Dream - Polda Metro Jaya kembali menggeledah kediaman rumah Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi), Gatot Brajamusti alias Aa Gatot di wilayah Pondok Pindang, Jakarta Selatan.
Dalam penggeledahan itu, polisi jugs membawa Aa Gatot yang diterbangkan langsung dari Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dia diminta membuka ruangan rahasia yang berada di rumahnya.
Usai dibuka, polisi tidak menemukan barang bukti yang mencurigakan.
" Kami akan memback up dari Polda NTB. Yaitu Polres Mataram kan kemarin sekaligus si Aa Gatot dibawa, dilakukan penggeledahan. Ternyata tidak ditemukan barang bukti, sebagaimana yang diduga ada awalnya barang bukti," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Moechgiyarto di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 2 September 2016.
Terkait dengan kepemilikan senjata api, Moechgiyarto belum bisa memastikan dari mana Aa Gatot mendapatkannya. Dia memprioritaskan proses penyidikan terkait kasus narkoba yang dilakukan Polres Mataram.
" Tapi ini NTB dulu, karena Polda NTB sudah ada diproses dan setelah sidang narkoba di NTB, dia (Gatot) nanti pistolnya di Polda Metro," kata dia.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas Polda Metro Jaya), Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Awi Setiyono mengatakan barang bukti narkoba yang ditemukan di rumah Pondok Pinang, sepenuhnya dalam penyelidikan Polda NTB.
Tapi, terkait temuan lain seperti kepemilikan senjata api, adanya hewan langka yang dilindungi, akan diproses oleh Polda Metro Jaya.
" Kembali lagi kalau ini pengembangan kasus narkoba, atau ditemukan narkoba ini kewenngan dari penyidik Polda NTB. Kalau ada kasus lainnya di luar narkoba, dan ditemukan di wilayah hukum Polda Metro Jaya akan ditangani di Polda (Metro Jaya)," ucap Awi.
Saat ini Aa Gatot ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. " Yang bersangkutan tadi malam dititipkan di Polres Metro Jakarta Selatan," ucap dia. (Ism)
© Dream
Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi), Gatot Brajamusti alias Aa Gatot akan dibawa oleh penyidik dari Mataram, Nusa Tenggara Barat ke Jakarta, hari ini.
" Kita rencanakan dibawa dari Mataram ke Jakarta untuk penyelidikan. Tapi belum tahu sampainya jam berapa, dari Mataram pukul 14.00," kata Kepala Bidang HubunganMasyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono di Mapolda Metro Jaya, Kamis 1 September 2016.
Nantinya, Gatot akan menggunakan pesawat Batik Air dan mendarat di bandara Halim Perdana Kusuma.
Setibanya Aa Gatot di Jakarta, kata Alwi, ia akan langsung diminta membuka salah satu ruangan rahasia di kediamannya, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
" Jadi ada tempat ruangan di rumahnya yang hanya bisa dibuka sama dia," ujar Awi.
Aa Gatot dan istrinya Dewi Aminah diamankan oleh Polres Mataram, ketika sedang pesta sabu di salah satu hotel di Mataram, pada 28 Agustus 2016 lalu, sekitar pukul 23:00 WITA. Dalam penggerebakan itu, polisi juga mengamankan penyanyi Reza Artamevia dan anak Gatot.
Usai mengorek keterangan dari Gatot, polisi menggelar penggeledahan di rumah Gatot, Jl Niaga Hijau X No 1 Pondok Pinang, Kebayoran Lama Jakarta Selatan.
Barang bukti yang berhasil disita di kediaman Gatot antara lain 30 jarum suntik, sembilan bong, tujuh cangklong, 39 korek dan sebungkus psikotropika jenis sabu sekitar 10 gram.
Dalam penggeledahan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang mengarah pada tindak pidana lain seperti kepemilikan senjata api dan hewan dilindungi. (Ism)
© Dream
Dream - Penangkapan Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) yang baru terpilih, Gatot Brajamusti atau yang akrab disapa Aa Gatot, akibat narkoba mewarnai pemberitaan beberapa hari ini.
Aa Gatot ditangkap saat diduga menggelar pesta narkoba di Hotel Golden Tulip, Mataram, Nusa Tenggara Barat Minggu 28 Agustus 2016, pukul 23.00 WIB.
Aktor senior, Roy Marten yang pernah tersandung kasus narkoba mengungkapkan hal yang mengejutkan. Menurut Roy, Aa Gatot telah lama dicurigai petugas Badan Narkotika Nasional (BNN).
" Dari BNN sudah lama nanya ke saya, tentang Gatot yang pengguna Narkoba. Tapi saya nggak tahu. Itu BNN nanya sudah lama sekali, karena dengar isu di luar dia (Gatot) pakai narkoba," kata Roy Marten saat dihubungi lewat sambungan telepon, Rabu 31 Agustus 2016.
Dikatakan Roy, para pengguna narkotika risikonya tertangkap. Seperti yang pernah dialaminya terdahulu.
" Dan sekarang terbukti dia tertangkap. Narkoba ngga bisa dinasehati, ya risiko mereka yang mggunakan narkoba," imbuhnya.
Aa Gatot ditangkap usai kongres Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ia ditangkap bersama delapan orang termasuk aktris Reza Artamevia dan anak serta istrinya. (Ism)
© Dream
Dream - Polda NTB mengamankan beberapa orang lain saat menggerebek Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) yang baru terpilih Gatot Brajamusti atau Aa Gatot dan istrinya, Dewi Aminah. Total ada delapan orang yang ditangkap.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat (Karopenmas DivHumas) Mabes Polri, Brigjen Pol Agus Rianto membenarkan hal itu. Menurut dia, enam orang lain juga ditangkap yaitu SP yang merupakan anak Gatot, YY, RN, R, DN, serta BN.
" Sementara yang lain masih diperiksa di Polres Mataram. Kita masih tunggu perkembangan penyidik," kata Agus di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 30 Agustus 2016.
Terkait kepemilikan senjata api dan hewan langka yang ditemukan di kediaman Aa Gatot di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, polisi masih mendalami. Polisi juga terus mencari bukti-bukti lain.
" Sampai saat ini punya waktu 3x24 jam. Kesempatan yang ada kita lakukan percepatan dan pencarian bukti-bukti yang diperlukan," ucap dia.
Selanjutnya, Agus belum bisa memastikan apakah Gatot akan menjalani pemeriksaan di Jakarta atau tetap di Mataram.
" Nanti dilihat perkembangannya. Kalau penyidiknya di sana, tetap di sana," ujar dia.
Polres Mataram telah merilis enam nama dalam penggerebakan tersebut. Tapi, jumlah tersebut bertambah menjadi delapan orang berdasarkan hasil penyelidikan lebih lanjut. (Ism)
© Dream
Dream - Polisi menangkap Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi), Gatot Brajamusti alias Aa Gatot atas dugaan tindak pidana narkotika di sebuah hotel, Kota Mataram, Lombok, kemarin malam.
" Betul tadi malam hari Minggu sekitar pukul 23.00 waktu setempat dilakukan penangkapan terhadap dua orang yaitu GB dan D di salah satu hotel di Mataram," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Agus Rianto saat dikonfirmasi, Senin, 29 Agustus 2016.
Polisi juga turut menangkap istri Gatot, Dewi Aminah, yang saat itu berada di lokasi kejadian.
Agus mengatakan, dari tangan Gatot dan Dewi ditemukan dua klip plastik berisi kristal putih yang diduga sabu. Selain itu disita juga sejumlah barang lain yakni, sedotan, bong alat isap sabu, pipet kaca, dan dua buah alat kontrasepsi.
" Tapi di dalam ada 5 orang lainnya. Jadi mereka gak hanya berdua. Sekarang masih di Mataram sedang kita dalami perkembangannya," tambah Agus.
Usai mengorek keterangan dari Gatot dan Dewi, polisi menggelar penggeledahan di rumah Gatot, Jl Niaga Hijau X No 1 Pondok Pinang, Kebayoran Lama Jakarta Selatan.