Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sabina Altynbekova (Instagram)
Dream - Hampir dua pekan lebih, atlet voli asal Kazakhstan, Sabina Altynbekova ramai jadi pembincangan di media sosial. Para nitezen tak henti-hentinya memuji paras cantik nan imut dara kelahiran 5 November 1996 itu.
Namun, kecantikan Sabina rupanya tidak selalu memberikan hal positif. Itu justru membuat timnya terganggu. Bahkan pelatihnya sendiri, Nurlan Sadikov, mengakui kecantikan Sabina telah merusak fokus pertandingan.
Kata Sadikov, timnya menjadi sulit berkonsentrasi karena kecantikan Sabina. " Sulit bekerja di bawah kondisi seperti ini. Para penonton pun bersikap sepertinya hanya ada satu pemain di atas lapangan pada turnamen ini," ujar Sadikov kepada Tengrin News dikutip Daily Mail, Selasa 28 Juli 2014.
Suratkabar ternama Kazakhstan, Vesti juga ikut mengkritik Sabina. Menurutnya, penonton hanya memandanginya sepanjang pertandingan, mereka justru tidak menganggap penting jalannya turnamen.
Kebanjiran fans baru awalnya membuat Sabina senang. Namun, belakangan ia mulai risih. Dia meminta para penggemarnya berhenti 'menggangu' halaman akun media sosialnya agar bisa fokus pada tim nasional bola voli Kazakhstan.
" Saya sangat tersanjung pada awalnya, tapi ini semua agak berlebihan," kata Sabina yang adalah seorang muslimah itu. " Saya ingin berkonsentrasi bermain bola voli dan ingin terkenal dengan itu, bukan yang lain" .
Kuliah Hukum
Ibu Sabina, Nuripa Amrievna awalnya berharap putrinya itu kuliah di Kazakh University mengambil jurusan Humaniora dan Hukum. " Saya ingin dia diterima di sekolah hukum, tapi dia memilih olahraga," katanya
Dia tak memungkiri bahwa anak keduanya tersebut sering ditawari menjadi model. " Tapi dia tidak akan menjadi model. Kami sebagai orang tua menentang itu" .
Nama Sabina mencorong melalui berbagai media sosial. Dia mulai dikenal luas saat bertanding di Ibukota Taiwan, Taipe, dalam kejuaraan bola voli di bawah usia 19 tahun beberapa waktu lalu. Sejak itu, nama dan fotonya dimuat di berbagai media di dunia.
Jumlah pengikut Sabina di media sosial tak sedikit. Mereka bahkan berasal dari berbagai negara, seperti China, Vietnam, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Jepang, hingga Filipina.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya