Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Fadlul Rahman (Foto: YouTube TNI AD)
Dream - Fadlul Rohman anak petani asal Banyuwangi ini tidak pantang penyerah meraih cita-cita menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Fadlul membuktikan perjuangan dan kerja keras berbuah manis. Setelah sembilan kali gagal, Fadlul akhirnya lolos dan diterima menjadi TNI.

(Foto: YouTube TNI AD)
Saat namanya dipanggil sebagai peserta yang lulus, Fadlul tak kuasa menahan tangisnya. Akhirnya dia bisa lulus dan memasukkan namanya menjadi jajaran seorang Taruna Akmil.
Anak kedelapan dari sembilan bersaudara ini mengatakan sejak kecil dirinya memang bercita-cita menjadi anggota TNI.

" Saya anak ke 8 dari 9 bersaudara, ayah saya bekerja sebagai seorang petani. Saya lahir 10 April 1998, cita-cita saya dari kecil untuk menjadi seorang TNI," kata Fadlul dikutip Dream dari YouTube TNI AD, Minggu 10 Juli 2022.
Fadlul menceritakan perjuangannya mendaftar sebagai anggota TNI. Saat lulus sekolah tahun 2016 dari MAN II Banyuwangi, dia langsung mendaftar Akademi Milter (Akmil). Namun Fadlul gagal di tahap Sub Panda V/Brw.
Pria ini ingin melanjutkan kuliah, namun dia sadar diri karena tidak ada biaya. Lalu dia menyambung hidupnya sebagai asisten apoteker.
" Terus disitu ada keinginan untuk kuliah tapi karena orangtua tidak memiliki biaya saya bekerja sebagai asisten apoteker," lanjut Fadlul.

Fadlul tak menyerah, Ia kembali mendaftar Akmil di tahun 2017 dia juga gagal. Masih di tahun yang sama Fadlul mendaftar TNI AD dan gagal lagi di tingkat Sub Panda V/Brw.
Masih mencoba peluang lain, pria ini mendaftar di AAU Tahun 2017 dan gagal karena masalah kesehatan jantungnya.
Masih di tahun yang sama Fadlul mendaftar CABA TNI AU Tahun 2017 di Surabaya, namun dia lagi-lagi gagal. Kali ini karena orangtuanya tidak mempunyai biaya hidup untuk tempat tinggal.
Di tahun selanjutnya, Fadlul gagal kembali saat mendaftar Akmil. Hingga akhirnya untuk pendaftaran ke 10 kalinya Fadlul lulus dalam pendaftaran Akmil dengan predikat ranking 1 yang diperoleh.

" Akhirnya 2019 saya mendaftar lagi. Alhamdulillah di tingkat sub panda saya ranking 1. Karena cas saya nomor 1 juga disuruh panda naik ke tingkat panda, ketika di tingkat panda alhamdulillah saya ranking 1," kata Fadlul.
Ketika ditanya dia ingin menjadi apa dalam pasukan TNI nanti, Fadlul menjawab ingin menjadi anggota Kopassus. Keberhasilannya itu tak mengurungkan motivasinya, ia ingin terus berjuang untuk orangtuanya.
“ Ini adalah motivasi saya untuk kembali berlatih dan belajar terutama karena adalah orangtua saya,” cerita Fadlul.
Sumber: YouTube TNI AD
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan