Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi. (Foto: Pexels.com)
Dream - Ramadan adalah satu bulan yang penuh dengan berkah, rahmat, dan kasih sayang. Itulah sebabnya Ramadan selalu dinantikan kehadirannya oleh umat Islam yang percaya dan takut kepada Allah.
Allah telah menjadikan Ramadan sebagai bulan bagi kita untuk meningkatkan ketakwaan kepada-Nya. Tidak itu saja, rahmat dan pahala juga dilipatgandakan bagi mereka yang selalu bersabar dalam mematuhi perintah-perintah Allah.
Tetapi, tahun ini suasana bulan Ramadan kemungkinan akan berbeda dari tahun sebelumnya. Itu semua karena dunia sedang menghadapi penyakit menular bernama Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona.
Tahun lalu, orang-orang beramai-ramai memenuhi masjid atau surau untuk berbuka puasa bersama atau menjalankan sholat Tarawih.

Berbagai kegiatan untuk memakmurkan masjid seperti tadarus, mengkaji ilmu agama, dan mendengarkan tauziah bisa dilakukan sebulan penuh selama Ramadan. Namun hal itu mungkin tidak bisa dilakukan lagi tahun ini.
Tahun ini, para ayah dan anak laki-laki dalam keluarganya akan naik derajatnya. Mereka yang sebelumnya makmum di masjid dan surau, tahun ini naik jadi imam untuk memimpin sholat keluarga mereka.
Bacaan kita mungkin tidak sama dengan imam masjid. Bahkan boleh jadi kita membaca ayat-ayat pendek.

Kita mungkin biasa sholat Tarawih di masjid selama satu jam atau lebih. Tetapi mungkin kali ini hanya 20 menit karena bacaan yang singkat dan cepat.
Karena itulah semua membutuhkan persiapan yang matang agar Ramadhan yang akan datang tidak hadir dengan suasana yang suram dan hambar.
Nah, Ustaz Dr Nur Mohammad Hadi Zahalan dari Malaysia punya empat aktivitas bermanfaat sebagai persiapan menyambut bulan penuh rahmat selama pandemi Covid-19.
Kita harus mencurahkan niat dan tekad untuk menggunakan setiap momen di bulan suci ini untuk beribadah dengan membaca Alquran, sholat malam, zikir, doa, dan apa pun yang dapat mendekatkan kita kepada Allah.

Semua tujuan yang disebutkan di atas tidak akan tercapai tanpa mengikhlaskan niat untuk beribadah kepada-Nya.
Gaya hidup yang santai di rumah selama lockdown dapat memengaruhi ibadah kita jika tidak diatur dengan baik.

Kemungkinan besar kita akan terlena dengan smartphone dan acara televisi yang dapat membuat kita lupa dengan tujuan puasa kita yang sebenarnya.
Karena itu kita sebaiknya mengisi waktu dengan membuat jadwal yang berkaitan dengan ibadah secara teratur seperti mendengar tauziah, membaca Alquran, atau mengkaji ilmu agama.
Tujuannya agar ibadah kita bisa terus berjalan secara teratur selama tidak bisa keluar ke masjid atau surau.
Selama lockdown, kita dilarang untuk keluar rumah. Maka dari itu kita bisa mengumpulkan seluruh anggota keluarga di rumah untuk beribadah bersama.

Ramaikan dengan sholat, membaca Alquran, zikir dan berbagai aktivitas ibadah lainnya agar suasana Ramadan benar-benar terasa.
Kisah-kisah para nabi dan sahabat telah dicatat dalam Alquran dan telah membawa banyak iktibar (pelajaran) dalam kehidupan. Para orang tua bisa menyelipkan kisah-kisah ini kepada anggota keluarga setelah melakukan ibadah jika ada waktu luang.

Di antara kisah-kisah yang bisa diceritakan adalah bagaimana Rasulullah dan para sahabatnya berperang selama bulan Ramadhan. Cerita ini mengajarkan anak-anak dan diri kita sendiri tentang makna kesabaran dan rasa syukur.
Penderitaan, kelaparan, dan kehausan yang kita alami di bulan Ramadhan selama pandemi Covid-19 ini tidak sekeras ketika Rasulullah dan para sahabatnya berjuang untuk mempertahankan agama dengan darah mereka.
Sumber: mStar.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam