Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sejumlah Pemuka Agama Luncurkan Gerakan 'Siaga Bumi' (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Hari Perdamaian Dunia yang diperingati pada setiap 21 September dirayakan dengan banyak cara. Enam elemen agama dan dua organisasi lingkungan hidup mendeklarasikan gerakan penyelamatan lingkungan bernama Indonesia Bergerak Menyelamatkan Bumi (Siaga Bumi) di Taman Perdamaian, Kompleks DPR-MPR RI, Jakarta.
Ketua Tim Pengarah Siaga Bumi Din Syamsuddin mengatakan, gerakan penyelamatan lingkungan ini merupakan upaya untuk menciptakan perdamaian dunia. Sebab, masalah pokok perdamaian bukanlah soal perang lagi.
" Masalah yang kita semua hadapi bukan lagi perang, melainkan ketidakadaan perdamaian. Itu mengejawantah dalam bentuk kemiskinan, kekerasan, kesenjangan ekonomi, hingga kerusakan lingkungan hidup," ujar Din di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 21 September 2015.
CEO World Wild Foundation (WWF) Indonesia Efransyah menyambut baik gerakan ini. Menurutnya, kerusakan alam dan bumi harus segera diakhiri. Dia mengingatkan pentingnya kelestarian hutan dan air yang menjadi basis penting ekosistem harus tetap dijaga.
" Sifat serakah manusia mendorong untuk merusak hutan dan air yang menjadi basis ekosistem. Hutan merupakan amanah," katanya.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Baka yang turut menghadiri acara ini mengapresiasi pembentukan Siaga Bumi. Dia melihat pentingnya melakukan pendekatan agama untuk menjaga lingkungan hidup.
" Yang terpenting bagi kita adalah menjaga lingkungan itu terjaga dan dapat dinikmati anak cucu manusia di kemudian hari," tegasnya.
Selain beberapa nama itu, hadir pula Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan sejumlah pemuka agama di Indonesia. Mereka meminta gerakan ini mampu mengolaborasi antara ormas agama, pemerintah, dan elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya