Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Ilustrasi Mobilitas Penduduk Saat Pandemi Covid-19. (Foto: Merdeka.com)
Dream - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan bahwa mobilitas masyarakat saat ini terus mengalami peningkatan. Mobilitas saat ini bahkan hampir sama dengan kondisi sebelum terjadi gelombang ge dua Covid-19 pada Juli lalu.
" Peningkatan terjadi setidaknya pada lima titik, yaitu pusat belanja, retail dan rekreasi, ruang terbuka publik atau taman, perkantoran, dan lokasi transit," kata Wiku dalam konferensi pers, Kamis 18 November 2021.
Dia menambahkan, mobilitas masyarakat saat ini hampir sama dengan situasi menjelang Idul Fitri yang lalu. Saat itu terjadi mobilitas tertinggi selama pandemi Covid-19.
" Peningkatan mobilitas saat ini hampir sama dengan yang terjadi pada periode libur Idul Fitri 2021 lalu yang merupakan mobilitas tertinggi sepanjang pandemi," ujar dia.

Menurut Wiku, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena periode libur Idul Fitri 2021 dengan mobilitas tinggi menyebabkan lonjakan kasus gelombang ke dua yang begitu signifikan.
Dia menambahkan keadaan ini perlu dikendalikan agar tidak memicu kenaikan kasus penularan Covid-19. Masyarakat diimbau terus berhati-hati dalam melakukan kegiatan.
" Mobilitas yang tinggi perlu dibarengi dengan peningkatan skrining Covid-19 dengan memasifkan testing dan juga tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan baik," tutur Wiku.
Menurut dia, ada empat indikator yang bisa memengaruhi apakah periode libur panjang berpotensi meningkatkan kasus Covid-19 atau tidak. Pertama, mobilitas penduduk, kemudian cakupan vaksinasi, lalu kepatuhan protokol kesehatan, dan RT tingkat penularan atau efektivitas virus.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
