Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak, warga Jalan Kayu Mas Selatan VI blok C. RT.01 RW.09, Pulogadung, Jakarta Timur meninggal dunia diduga akibat keracunan asap genset.
Keluarga ini terpaksa menyalakan genset karena terkena pemadaman listrik akibat banjir yang melanda beberapa daerah.
" Karena ada asap genset ke dalam rumah, meninggal suami istri dan dua orang anak," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Arie Ardian saat dikonfirmasi, Jumat 3 Desember 2019.
Arie mengatakan identitas para korban sudah diketahui. Mereka adalah Mahmudi, 35 tahun, Ayu Maryana Oktavia, 29 tahun, Selvia Audy, 9 tahun dan Mahezha Kurniawan, 5 tahun.
Menurut Arie, keluarga tersebut menggunakan genset yang disimpan di dalam rumah saat mati lampu. Asap karbon dari genset diduga terjebak di dalam rumah.
Selain itu, keluarga itu juga tertidur saat genset menyala. Sehingga, seluruh asapnya terhirup dan mereka kekurangan oksigen.
" Harusnya (gensetnya) di luar, kan asap karbonnya biar keluar," ucap dia.
Korban pertama kali ditemukan dalam keadaan meninggal sekitar pukul 23.30 WIB oleh warga yang hendak mengantar makanan. Saat itu, kondisi listrik sudah menyala.
Karena pintu tak kunjung dibuka, warga tersebut mengintip ke dalam rumah. Warga tersebut melihat hidung satu keluarga mengeluarkan darah, lalu langsung lapor polisi.
" Tanda kekerasan enggak ada tapi keluar darah dari hidung, diduga tewas keracunan asap genset. Tapi ini dugaan ya, masih harus tunggu keterangan dokter," kata dia.
Jenazah keempat korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk diautopsi.
Dream - Penemuan mayat seorang wanita di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang Kawat Palembang membuat geger. Jasad ditemukan dalam kondisi dicor saat dikubur di areal pemakaman.
Korban diduga hasil pembunuhan karena masih menggunakan pakaian lengkap.
Mengutip laman Merdeka.com, jasad itu ditemykan di antara makam yang hanya berjaak sekitar 15 meter dari jalan raya. Korban ditemukan di galian sedalam setengah meter dengan kondisi dicor dalam posisi terlentang dan kaki tertengkuk.
Kepolisian yang menemukan jasad korban membuat mayat tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk keperluan autopsi. Diharapkan identitas korban bisa terkuak.
Dari dugaan sementara, korban berjenis kelamin wanita itu bernam Apriyanita (50) seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian PU Balai Besar Palembang.
Keberadaan korban dikabarkan sudah tak diketahui sejak 9 Oktober 2019 lalu.
Kakak korban Heriyanto yang turut melakukan penggalian bersama jajaran Ditreskrimum Polda Sumsel, Jumat (25/10/2019) meyakini jasad mayat yang ditemukan dalam kondisi dico itu adalah adiknya, Apriyanita.
" Saya yakin itu adalah mayat adik saya yang hilang lama. Saya lihat ada ciri-cirinya dan keyakinan sebagai kakak, karena saya sendiri yang menggalinya," ungkap Heriyanto.
(Sah, Sumber: Merdeka.com)
Dream - Penemuan mayat menggemparkan warga Grogol Sukoharjo, Jawa Tengah. Seketika warga geger saat seorang pemulung bernama Mujia Agung, menemukan orang tak bernyawa pada Jumat kemarin.
Sosok mayat tersebut makin ramai dperbincangkan karena ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Bagaimana tidak, mayat tinggal tulang belulang yang dicor di dalam drum.
Dilansir dari Merdeka, pada awalnya Muji Agung sedang mencari rongsok di pinggiran aliran sungai Bengawan Solo. Dia berniat mengambil seng tak terpakai, namun saat didekati tercium bau busuk yang menyengat.
Saat dikais, dia malah menemukan tulang kaki yang dicor semen di dalam drum. Melihat hal itu, da langsung berinisiatif memanggil warga di sekitarnya.
" Tadi sekitar jam 14.30 WIB saya pas cari rongsokan di bawah jembatan. Tiba-tiba ada bau busuk, setelah saya lihat ternyata mayat dicor," ujar Muji.
Tak hanya tulang belulang, karena Muji menemukan selimut di dalam drum tersebut.
" Tadi ada selimutnya, mayatnya pakai kaus lengan panjang lorek, sama pakai celana dalam pria," ungkapnya menambahkan.
Hingga saat ini, penemuan mayat tersebut telah ditangani Polsek Grogol. Kapolsek Grogol AKP Dani Herlambang menyatakan jika mayat kemudian diperiksa di RSUD dr Moewardi, Solo.
" Mayatnya dibawa ke RSUD dr Moewardi. Akan kita selidiki dulu identitas korban, nanti tentu akan terus kita kembangkan," kata Dani.
(Sumber: Arie Sunaryo/Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya