Salah Satu Bintang Paling Terang di Angkasa Akan Meledak, Berbahaya untuk Bumi?

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 3 Januari 2020 12:00
Salah Satu Bintang Paling Terang di Angkasa Akan Meledak, Berbahaya untuk Bumi?
Jika meledak, cahayanya akan terlihat hingga Bumi.

Dream - Salah satu bintang paling terang di jagad luar angkasa, Betelgeuse, bertindak tak biasa. Para astronom menyebut redupnya bintang tersebut akan memicu ledakan dahsyat.

Meski demikian, sebagaimana dilaporkan laman The Independent, ledakan tersebut tidak dapat diprediksi waktu terjadinya.

Ilmuwan saat ini sedang mencatat aktivitas Betelgeuse dalam beberapa pekan terakhir. Setiap kali para astronom mengamati bintang hingga Desember 2019, Betelgeuse tampak kurang terang, sampai-sampai menjadi lebih redup daripada sebelumnya.

Saat ini para astronom berpikir bahwa perilaku itu mengindikasikan kematian Betelgeuse.

 

1 dari 7 halaman

Betelgeuse merupakan bintang yang relatif muda. Meski demikian pancaran sinar Betelgeuse menyala terang dan diprediksi memicu supernova, ledakan dahsyat di luar angkasa.

Jika ledakan itu terjadi, dampaknya akan terlihat secara detail dari Bumi. Betelgeuse hanya berjarak 700 tahun cahaya, dan ledakannya memberikan para astronom kesempatan untuk menyaksikan salah satu peristiwa paling intens dan spektakuler dari alam semesta dari yang relatif dekat.

Para astronom juga sedang mempertimbangkan penyebab redupnya bintang ini. Para ilmuwan menduga bintang tersebut `berdenyut` karena berbagai proses besar terjadi di sekitarnya dan perubahan terbaru bisa menjadi versi yang lebih dramatis dari perubahan alam.

Betelgeuse terkenal sebagian karena sangat cerah. Bintang ini merupakan yang terbesar dari bintang mana pun yang dapat dilihat manusia selain matahari.

Betelgeuse merupakan bagian penting dari rasi Orion, posisinya terletak di bagian pundakn. Redupnya Betelgeuse menyebabkan susunan Orion gelap di satu sisinya.

2 dari 7 halaman

Foto Menggetarkan Potret Mekah dari Stasiun Luar Angkasa

Dream - Hazza Al Mansoori, astronot yang baru pulang dari stasiun luar angkasa internasional (International Space Station/ISS), mendapat banyak pengalaman berharga. Selama 8 hari, Hazza sempat menyaksikan sendiri bentuk bumi yang bulat.

Selama berada di ISS, Hazza juga memotret kondisi bumi di lihar dari luar angkasa. Beberapa hasil jepretannya diunggah ke akun Instagram. Tidak ketinggalan, dia aktivitas kesehariannya selama hampir sepekan di luar angkasa.

Salah satu gambar yang dia unggah dan menarik perhatian adalah foto Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi. Foto tersebut memperlihatkan indahnya Situs Suci Umat Islam itu dari ketinggian.

" Gambar satelit Mekah, di mana hati orang-orang beriman bergetar dan lidah mereka berdoa, dan seluruh cinta kepada Kerajaan Arab Saudi. Foto Mekah yang menakjubkan dari @iss," tulis Hazza di akun Instagramnya, @astro_hazzaa, diakses pada Rabu 16 Oktober 2019.

      View this post on Instagram

‎صÙ�رة Ù�ضائÙ�ة Ù�Ù�Ù�ة اÙ�Ù�Ù�رÙ�ةØ� Ø­Ù�ث تÙ�Ù�Ù� Ù�Ù�Ù�ب اÙ�Ù�ؤÙ�Ù�Ù�Ù�Ø� Ù�تÙ�Ù�ج Ø£Ù�سÙ�تÙ�Ù� باÙ�ابتÙ�اÙ� Ø¥Ù�Ù� اÙ�Ù�Ù�Ø� Ù�ع Ù�Ù� اÙ�حب Ù�Ù�Ù�Ù�Ù�Ù�ة اÙ�عربÙ�ة اÙ�سعÙ�دÙ�ة اÙ�شÙ�Ù�Ù�ة. An incredible image of Mecca from the @iss

A post shared by Hazzaa AlMansoori (@astro_hazzaa) on

Hazza tinggal di ISS bersama sejumlah astronot dari berbagai belahan bumi. Pilot pesawat tempur Uni Emirat Arab itu terbang menuju ISS dengan menumpang pesawat ruang angkasa Soyuz-MS 15 dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan pada 25 September 2019 dan kembali menginjak bumi pada 3 Oktober lalu.

Dia pun membagi pengalamannya selama berada di ISS. Seperti bagaimana dia berhadapan dengan masalah ketika hendak sholat.

Selain itu, Hazza secara tegas membantah teori bumi datar. Setelah berada di ISS, dia benar-benar menyaksikan bumi berbentuk bulat.

3 dari 7 halaman

Kembali dari Luar Angkasa, Astronot UEA: `Alhamdulillah... Bumi Itu Bulat!`

Dream - Astronot asal Uni Emirat Arab (UEA) Hazza Al Mansouri baru saja kembali ke bumi setelah misi dan ekspedisinya di luar angkasa. Pada konferensi pers di Moskow, Rusia, Al Mansouri berbicara tentang pentingnya misi delapan harinya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Salah satu misinya yaitu menghancurkan teori konspirasi mengenai Bumi itu datar.

" Itu bulat, aku sudah melihatnya dengan mataku sehingga aku bisa mengatakan ini kepadamu," kata Al Mansouri, diakses dari The National, Jumat, 11 Oktober 2019.

Astronot pertama UEA menceritakan peran penting dunia astronomi bagi negara-negara di Timur Tengah.

" Pesan kami benar-benar untuk membuat sosok panutan di negara kami, di wilayah Arab, seperti yang kami lihat (pada sosok) Yuri Gagarin (manusia pertama di luar angkasa)" kata dia.

4 dari 7 halaman

Belajar Bahasa Rusia

Mansouri mengatakan dia berharap warga UEA lain punya kesempatan pergi ke luar angkasa.

" Sekarang misi saya mentransfer pengetahuan dan pengalaman (saya) dari pelatihan saya di Star City ... dan saya berharap mereka akan melakukan lebih baik daripada saya," ucap dia.

Mansouri berangkat dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan dengan roket Soyuz Rusia pada 25 September 2019. Sebelum terbang ke luar angkasa, dia belajar bahasa Rusia.

Dia kembali pada 3 Oktober 2019 setelah melakukan serangkaian percobaan ilmiah di ISS. Setibanya di Bumi Mansouri mengucap syukur.

" Alhamdulillah," kata dia.

5 dari 7 halaman

Saat Penganut Bumi Datar Tantang Astronot Bersumpah

Dream - Seorang warga Malaysia pendukung kelompok Bumi datar menantang seorang astronot negara itu untuk membuktikan bahwa Bumi itu bulat.

Suhaimi Saad sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang menghebohkan tentang ukuran matahari dan bulan yang diduga sama.

Sekarang dia menantang astronot Dr Sheikh Muszaphar Shukor untuk bersumpah dengan menyebut nama Tuhan, jika Bumi ini memang berbentuk bulat.

Melalui akun pribadi Facebooknya yang bernama Musos, penyanyi nasyid itu menulis tantangan kepada Dr Muszaphar Shukor.

Tantangan bersumpah Bumi itu bulat.© Facebook Suhaimi Saad

" Saya tantang astronot negara ini bersumpah wallahi, wabillahi, watallahi 'Bumi itu bulat. NASA berkata benar'," tulis Suhaimi di Facebook.

Suhaimi juga berjanji akan berhenti bicara tentang kajian Bumi datar jika Dr Muszaphar Shukor berani menerima tantangannya.

" Kalau beliau berani, saya akan berdakwah kepada kelompok 'Bumi datar' supaya mereka insaf. Tanpa bayaran," tambahnya.

6 dari 7 halaman

Bungkam Saat Disinggung Soal Rute Penerbangan

Seorang netizen maju untuk membuktikan bahwa Bumi itu bulat. Melalui kolom komentar, dia meminta pendapat Suhaimi tentang penerbangan Tokyo ke San Francisco.

Peta rute penerbangan dunia.© Facebook Suhaimi Saad

Dengan bantuan gambar peta rute penerbangan dunia, netizen yang tak disebutkan namanya itu mengatakan, kenapa penerbangan tersebut tidak melintasi benua Afrika dan Eropa.

" Ini gambar peta rute penerbangan dunia. Pertanyaan saya jika Bumi ini datar, kenapa penerbangan dari Tokyo ke San Francisco harus lewat rute yang sudah ditunjukkan? Mengapa tidak lewat saja melalui benua Afrika dan Eropa? Saya ingin jawaban dari kelompok Bumi datar," kata netizen tersebut.

Bukannya menjawab pertanyaan tersebut, Suhaimi malah memblokir akun Facebook netizen itu. Bahkan tindakan memblokir akun 'hater' di Facebooknya itu dianggap sebagai amal ibadah.

Memblokir akun 'hater' dianggap amal yang dapat pahala.© Facebook Suhaimi Saad

Hingga saat ini, Dr Muszaphar Shukor belum memberikan jawaban atas tantangan untuk bersumpah dari Suhaimi

7 dari 7 halaman

Menantang Netizen Tentang Letak Langit Dunia

Tidak cukup sampai di situ. Suhaimi juga meminta netizen untuk menunjukkan di mana langit dunia seperti yang disebutkan dalam Surat Al-Mulk.

" Jika Bumi bulat, tolong tunjukkan di mana langit dunia yang Allah sebutkan di dalam Surat Al-Mulk," tulis Suhaimi.

Suami mantan penyanyi Malaysia Ina Naim ini juga mengutip sebuah hadis sahih tentang ibadah malam yang menyebutkan langit dunia.

Di mana letak langit dunia seperti yang disebut dalam Alquran?© Facebook Suhaimi Saad

Dalam hadis itu, Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa Allah turun ke langit dunia.

" Bahkan ketika Nabi dimi'rajkan, Baginda juga menyebutkan tentang langit dunia. Di mana ya? Di utara, timur atau kutub selatan kah? Yang tidak tahu, lebih baik diam saja," kata Suhaimi.

Bagaimana menurut pendapat Sahabat Dream tentang tantangan ini?

(ism, Sumber: Siakapkeli.my)

Beri Komentar