Dream - Kerajaan Arab Saudi memberlakukan kebijakan baru terkait umrah. Untuk mendongkrak pemasukan dari sektor pariwisata, Saudi memberlakukan penggabungan visa umrah dengan wisata.
Presiden Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Saudi (SCTH) Pangeran Sultan bin Salman resmi meluncurkan kebijakan baru ini pada Minggu. Dengan kebijakan ini, para jemaah umrah tidak perlu menggunakan visa wisata untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu di Saudi.
" Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para jemaah umrah untuk melihat landmark dari Kerajaan, termasuk situs sejarah Islam, tempat wisata menarik dan pusat-pusat perbelanjaan," ujar Sultan.
" Mereka mungkin juga ingin mengenal budaya, pengobatan, pendidikan, pemasaran wisata, atau menghadiri seminar setelah umrah mereka," kata dia.
Sultan mengatakan program ini telah mendapat kesepakatan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, serta Kementerian Urusan Haji.
Selanjutnya, kata Sultan, program ini sebenarnya telah dirancang sejak beberapa tahun lalu. Dalam pelaksanaan program ini, Sultan menerangkan butuh waktu cukup panjang untuk menggabung visa umrah dengan visa wisata.
Sumber: saudigazette.com.sa
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Gus Kikin Resmi Berkantor di PBNU, Kemaslahatan Umat Jadi Prioritas Utama

Generasi Indonesia Bertutur: Indonesia Menghadapi Disrupsi dari Segala Arah

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya