Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Arab Saudi dikabarkan menghetikan pengeluaran visa ziarah ke Mekah dan Madinah bagi pengungsi Palestina di Lebanon.
Dikutip Middle East Monitor, Jumat 19 Oktober 2018, seorang pejabat di kantor konsulat Saudi di Beirut menerima keputusan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi untuk memberi tahu perusahaan pariwisata di Lebanon mengenai larangan itu
" Para pengungsi Palestina [di Lebanon] sekarang dapat memperoleh visa di paspor Otoritas Palestina," kata pejabat itu.
Pejabat itu mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri Saudi telah memberitahu otoritas Palestina yang bermarkas di Tepi Barat mengenai keputusan itu.
Duta besar Otoritas Palestina di Beirut, Ashraf Dabbour, mengatakan, telah mengetahui keputusan Saudi tak mengeluarkan visa melalui saluran tidak resmi. Kabar itu diterima dari mulut ke mulut melalui tokoh-tokoh lokal Palestina.
Meski begitu, dia membantah Otoritas Palestina akan mengeluarkan dokumen perjalanan untuk pengungsi di Lebanon yang ingin melakukan perjalanan ke Arab Saudi.
" Tidak benar bahwa kami akan mengeluarkan paspor Palestina untuk setiap pengungsi di Lebanon demi mendapatkan visa umroh atau jenis visa lainnya. Otoritas Palestina tidak mengeluarkan keputusan untuk mengeluarkan paspor bagi warga Palestina di negara-negara Arab," kata Dabbour.
Kedutaan Palestina, tambah Dabbour, " terkejut" dengan keputusan Saudi itu. Masalah ini akan diselesaikan oleh kedutaan Saudi di Beirut, serta melalui Duta besar Palestina di Riyadh, Basem Abdullah al-Agha.
Menurut sensur Desember 2017, pengungsi Palestina di Lebanon diperkirakan berjumlah 174.422 orang.
Advertisement

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak

Kulit Kering dan Gatal atau Eksim? Kenali Perbedaannya Sebelum Memilih Pelembap

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?
