Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Virus corona varian Omicron tengah membuat geger dunia. Varian ini bahkan sudah masuk ke Indonesia.
Tetapi sebelum Omicron terkonfirmasi, ternyata sudah ada varian lain yang muncul lebih dulu. Varian tersebut diberi kode B.1640.2 dan dinamai IHU.
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, menjelaskan IHU muncul di Prancis sebelum Omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada 9 November 2021. Varian ini memiliki cukup banyak mutasi.
" Varian B.1640.2 memiliki 46 mutasi," ujar Dicky.
Selanjutnya, Dicky mengungkapkan saat karakteristik varian IHU masih dalam penelitian. Dari data sementara, IHU memiliki kemampuan menular yang cepat namun hingga saat ini belum terjadi lonjakan kasus akibat varian ini.
" Sejak Oktober lalu belum ada terdeteksi di luar Prancis. Itu artinya kita menempatkan skala kewaspadaan pada risiko rendah," ucap dia.
Untuk gejala yang muncul, kata Dicky, tidak berbeda jauh dengan varian lainnya. WHO sendiri belum menetapkan IHU masuk dalam kelompok Variant of Interest (VoI).
" Jadi sejauh ini sekali lag, tidak atau belum ada hal yang bisa kita khawatirkan," ucap Dicky.
Lebih lanjut, Dicky mengingatkan masyarakat untuk tidak pernah abai dalam menerapkan protokol kesehatan 5M. Selain itu, dia mendorong Pemerintah terus meningkatkan capaian vaksinasi.
" Tetap merespons apapun varian itu, 5M dan vaksinasi," terang Dicky, dikutip dari Merdeka.com.
Dream - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Erwin Astha Triyonno, menyatakan Covid-19 varian Omicron telah terdeteksi di Surabaya. Kasus ini melanda seorang warga berjenis kelamin wanita.
" Dinkes Jatim telah mendeteksi seorang pasien terkonfirmasi Omicron berdasarkan hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) yang keluar pada tanggal 2 Januasi 2022," ujar Erwin.
Erwin mengatakan pasien yang bersangkutan baru dari Bali untuk liburan selama lima hari bersama suaminya. Pasangan ini bepergian menggunakan kendaraan pribadi.
Selama berada di tempat wisata di Bali mulai 20 Desember 2021, pasien tersebut patuh menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Tetapi ketika pulang dari liburan pada 25 Desember 2021, pasien itu memiliki keluhan merasa ada lendir di tenggorokan.
Pada 28 Desember 2021, kasus tersebut memeriksakan diri ke rumah sakit dan disarankan untuk melakukan swab test PCR. Di hari yang sama, pasien tersebut melakukan swab test PCR dengan hasil positif Covid-10 dan CT Value 26.
Setelah hasil keluar, suami dari pasien tersebut langsung melakukan swab test PCR. Tetapi, hasil tes pria tersebut negatif.
Pada 30 Desember, hasil pemeriksaan S-Gene Target Failure dari pasien wanita tersebut menyatakan positif varian K417N atau Delta Plus sekaligus probable Omicron. Kasus tersebut diarahkan menjalani isolasi di rumah sakit sembari menunggu hasil uji WGS.
Kemudian pada 2 Januari 2021, hasil uji WGS keluar. Yang bersangkutan dinyatakan terkonfirmasi varian Omicron.
" Dengan ditemukannya kasus Omicron tersebut, Dinkes Jatim melakukan koordinasi dengan Dinkes Surabaya untuk pelaksanaan surveilans ketat pada kasus sesuai protokol penanganan varian Omicron, lalu memastikan pelaksanaan pemantauan karantina pada KE dilakukan sampai tuntas serta memastikan pelaksanaan swab ulang kepada seluruh KE yang teridentifikasi dengan metode RT-PCR," kata Erwin.
Lebih lanjut, Erwin mengimbau masyarakat tidak panik. Vaksinasi Covid-19 terud dijalankan terutama untuk kelompok lanjut usia.
Dia juga meminta masyarakat tidak bepergian ke luar daerah jika tidak ada keperluan mendesak. Juga menekankan agar masyarakat patuh protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas) serta upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) diperkuat, dikutip dari Beritajatim.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya