Sebentar Lagi, Indonesia Punya Museum Sejarah Rasulullah

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 31 Juli 2019 13:00
Sebentar Lagi, Indonesia Punya Museum Sejarah Rasulullah
Pembangunan museum ini untuk menguatkan kerja sama antara Indonesia dengan Saudi.

Dream - Indonesia sebentar lagi akan memiliki Museum Rasulullah Muhammad SAW. Pembangunan museum ini dijalankan oleh Yayasan Museum As Salamu Alayka Ayyuha An Nabiyy yang berbasis di Arab Saudi.

Pimpinan Yayasan Musesm As Salamu Alayka Ayyuha An Nabiyy, Abdullah Nassir, telah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membahas masalah ini. Museum ini dibangun di Indonesia untuk menguatkan hubungan kerja sama di antara dua negara.

" Museum ini diharapkan dapat diakses tidak hanya oleh masyarakat Muslim Indonesia, tetapi juga masyarakat non-Muslim agar dapat merasakan toleransi dan ajaran Islam yang agung dan mulia," kata Nassir, dikutip dari

Indonesia dipilih sebagai lokasi atas beberapa pertimbangan, salah satunya populasi umat Islam terbesar di dunia.

Jusuf Kalla menyatakan, Indonesia menyambut baik rencana pembangunan museum yang sudah mendapat restu dari Raja Salman bin Abdulaziz As Saud dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman.

" Kita setuju karena itu penting sebagai umat Islam untuk melihat sejarah perjalanan hidup Rasulullah dan juga kita akan masukkan perjalanan Islam di Indonesia," kata Kalla.

Menindaklanjuti rencana ini, Pemerintah Indonesia akan menyiapkan lahan. Rencananya, museum ini berdiri di kompleks Universitas Islam International Indonesia (UIII) yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan.

" Kita akan menyiapkan lahannya supaya juga menjadi bagian dari dakwah, ya sementara ini kita lagi mencari lahan yang cocok," kata Kalla.

1 dari 5 halaman

Mengintip 'Pra Sertijab' Wapres JK dan KH Ma'ruf Amin

Dream - Ada yang unik dalam acara Halal Bihalal Dewan Masjid Indonesia di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu 17 Juli 2019. Jusuf Kalla, sang Ketua DMI, memberikan potongan tumpeng kepada Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Ma'ruf Amin.

" Jadi ini seperti pra-serah terima," ujar Wakil Presiden yang beken dengan panggilan JK tersebut, yang disusul tawa para hadirim.

KH Ma'ruf Amin memang akan menggantikan posisi Jusuf kalla sebagai wakil presiden. Mantan Rais Aam Pengurus Besar nahdlatul Ulama itu baru saja memenangi Pilpres 2019, bersama Joko Widodo.

Sehingga, semua tamu undangan dalam halal bihalal yang mengerti maksud JK tertawa. Suasana halal bihalal pun berlangsung meriah.

Dalam acara tersebut, terlihat sejumlah tokoh masyarakat yang hadir. Selain JK dan KH Ma'ruf Amin, terlihat pula Ketua Umum PBNU, Kiyai Said Aqil Siradj, serta beberapa tokoh ormas dan ulama lain.

Acara tersebut dibuka terlebih dahulu dengan sambutan KH Ma'ruf Amin dan JK. Setelah itu, acara pembukaan dengan ditandai pemotongan tumpeng.

Dalam halal bihalal ini juga diisi dengan seminar bertema Islam rahmatan lil alamin atau wasathiyah. Para pembicara juga menyampaikan mengenai pentingnya menyebarkan Islam yang moderat, toleran dan pentingnya saling menghormati satu sama lain.

2 dari 5 halaman

Berdialog dengan Banyak Tokoh, Wapres JK Bertemu Prabowo Subianto?

Dream - Beredar kabar Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pertemuan itu disebut terjadi pada Kamis sore, 23 Mei 2019.

JK memang menerima sejumlah tokoh di rumah dinasnya kemarin. Tetapi, JK tidak menyebut salah satu tokoh itu adalah Prabowo.

" Hari ini saya bertemu banyak sekali tokoh-tokoh dan sahabat-sahabat, itu saja yang bisa saya katakan," ujar JK dikutip dari Liputan6.com.

JK mengatakan pertemuan yang terjadi membahas kemungkinan ke depan terkait hasil Pilpres. Salah satunya adalah kemungkinan penyelesaikan sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).

" Berapa itu tadi di NU, ketemu sahabat. Optimistis soalnya. bahwa harapan kita ke MK karena MK itu final," kata JK.

Beberapa hari lalu, JK ingin bertemu Prabowo-Sandiaga Uno. Dia ingin membangun dialog dengan banyak tokoh.

" Tentu kita harapkan hal yang sama semuanya. Semua pemimpin bangsa, termasuk Pak Prabowo, Pak Sandi, untuk ikut serta menenangkan masyarakat," kata dia.

 

3 dari 5 halaman

Prabowo Bertemu JK

Terpisah, Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Maher Algadri mengatakan telah terjadi pertemuan antara Prabowo dengan JK.

" Benar (Prabowo bertemu JK). Ya biasa, komunikasi, tukar pikiran," kata Maher, dikutip dari pojoksatu.id

Dia mengatakan pertemuan yang berlangsung merupakan hal biasa dalam komunikasi politik. Dalam kondisi seperti saat ini, kata Maher, banyak orang yang risau.

" Telepon menelepon terjadi antara banyak orang. Ada yang menelepon Prabowo, yang di pemerintah ada, yang bukan pemerintah ada, yang pensiun ada. Biasa itu," kata dia.

Lebih lanjut, Maher mengatakan pertemuan antara Prabowo dengan JK tidak untuk mengambil keputusan tertentu. Hanya sebatas mencairkan suasana.

" Bukan untuk mengambil suatu keputusan dan nggak bisa ngambil keputusan. Itu ada dua kubu yang jelas berbeda dalam kepentingan politik ya dalam pemilu ini," kata dia.(Sah)

4 dari 5 halaman

Jokowi: Kami Adalah Presiden dan Wapres Seluruh Rakyat Indonesia

Dream - Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin mendeklarasikan kemenangannya di Kampung Deret Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Dalam pidatonya, Jokowi yang ditemani Ma'ruf bersyukur tidak ada konflik selama penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

" Kita ukur juga bahwa kita telah dewasa dalam menjaga perdamaian, dewasa dalam mengelola perbedaan-perbedaan, dan dewasa dalam menjaga dan memperkokoh persatuan," ujar Jokowi, Selasa 21 Mei 2019.

Tak lupa, dia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memberikan hak suaranya pada 17 April 2019.

Setelah dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 pada Oktober 2019, Jokowi berjanji akan menjadi pemimpin bagi semua pemilih.

" Setelah dilantik di bulan Oktober nanti, kami adalah presiden dan wapres seluruh rakyat Indonesia. Kami adalah pemimpin dan pengayom dari 100 persen rakyat Indonesia," ucap dia.

Dia bertekad menjaga amanah dari rakyat Indonesia sebagai presiden dan wakil presiden dengan sebaik-baiknya.

" Kepercayaan dan amanat tersebut akan kami wujudkan ke dalam program-program pembangunan yang adil dan rata, untuk seluruh golongan dan seluruh lapisan masyarakat, di seluruh pelosok Tanah Air, Indonesia," kata dia.

5 dari 5 halaman

KH Ma'ruf Mundur dari Ketum MUI Setelah Jadi Wapres

Dream - KH Ma'ruf Amin akan melepas jabatannya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ketika sudah dilantik sebagai Wakil Presiden pada Oktober 2019.

" Yang tidak boleh itu kan merangkap jabatan, kalau nanti setelah dilantik kan baru merangkap. Kalau sekarang kan wakil presidennya masih Pak JK, kalau sudah jadi wapres saya harus mundur," ujar Ma'ruf di Gedung MUI, Jakarta, Selasa 2 Juli 2019.

Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengaku belum ada persiapan khusus untuk menyambut pelantikan sebagai wakil presiden pada Oktober 2019.

" Ya nanti kita persiapkan, kan masih lama," ucap dia.

Selain itu, KH Ma'ruf Amin juga berencana bertemu dengan Jusuf Kalla secara khusus untuk bertukar informasi mengenai tugas-tugas menjadi wakil presiden.

" Ya mungkin saya nanti bertemu Pak JK untuk memperoleh berbagai informasi," kata dia.

Beri Komentar