Kritik Prabowo Malas Kampanye, Andi Arief Kena `Semprot`

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 17 Oktober 2018 19:00
Kritik Prabowo Malas Kampanye, Andi Arief Kena `Semprot`
DPP Gerindra menegaskan sikap Andi Arief tidak mencerminkan sikap Partai Demokrat.

Dream - Kritik Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief terhadap calon presides Prabowo Subianto berbuntut panjang. Andi Arief disemprot anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade.

Andre meminta Andi Arief diam. " Bang Andi tolong belajar etika politik. Kalau enggak bisa bantu lebih baik diam," kata Andre, dikutip dari merdeka.com, Rabu, 17 Oktober 2018.

Menurut Andre, sikap Andi Arief bukan sikap resmi Partai Demokrat. " Kalau kata orang Demokrat, Andi Arief tidak mencerminkan sikap Demokrat," kata Andre.

Andi menuliskan kritik di akun Twitter-nya @AndiArief__ dengan menuding Prabowo malas turun ke lapangan.

" Pilpres itu memilih presiden, jadi kalau Pak Prabowo tidak mau keliling Indonesia aktif, nggak ada rumus ajaib untuk menang. Kalau Pak Prabowo agak males-malesan, kan gak mungkin partai pendukungnya super aktif," tulis Andi Arief di Twitternya, Jumat, 12 Oktober 2018.

 

Andre menambahkan, selama ini Andi Arief tak pernah datang rapat bersama tim pemenangan Prabowo-Sandi. Dia juga mengaku tak tahu apa alasan yang bersangkutan selalu absen saat rapat.

" Jadi mau tau apa dia soal tim? Enggak tahu (alasan tak hadir). Tanya sama dia," katanya.

Sementara pasangan Prabowo dalam Pilpres 2019 mendatang, Sandiaga Uno menjelaskan alasannya terlihat lebih rajin ke daerah karena dia merasa belum banyak dikenal warga. Cara Ini juga sebagai salah satu strategi meningkatkan elektabilitas.

" Saya perlu kerja keras karena relatif banyak yang belum kenal saya Sandi, saya sosialisasikan solusi. Ini bagian dari proses kita. Dan kita terima kasih saran dari Andi Arief," terangnya saat ditemui di Bandung, Jawa Barat.

Menurut Sandi, nama Prabowo saat ini sudah banyak dikenal masyarakat dibandingkan dirinya. " Kalau Pak Prabowo sudah mentok dan semua masyarakat kenal tinggal kita kuatkan daerah-daerah," jelasnya.

Sumber: Merdeka.com/Hari Ariyanti/Aksara Bebey)

1 dari 2 halaman

Andi Arief Sampai Kaget Dengar Kata Jokowi Soal Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali

Dream - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief akan menarik kritikannya mengenai pertemuan IMF dan Bank Dunia yang digelar di Bali, Indonesia. Sebelumnya dia aktif mengkritik pertemuan tersebut karena menghabiskan anggaran sampai triliunan rupiah.

Meski menarik kritiknya, Andi tak ingin disalahkan seandainya dana yang dikeluarkan untuk acara itu tak sesuai pernyataan Presiden Joko Widodo.

" Saya menarik komentar saya karena Pak Jokowi bilang IMF dan Bank Dunia yang menanggung biaya sendiri pertemuan. Kalau Pak Jokowi hoaks, jangan salahkan saya," ujar Andi Arif, di Twitternya @AndiArief__, diakses Selasa, 9 Oktober 2018.

Ucapan Jokowi yang dia maksud yaitu mengenai pembiayaan peserta pertemuan IMF dan Bank Dunia. Jokowi mengatakan, para peserta pertemuan itu akan membiayai dirinya sendiri.

" Hotel bayar sendiri, makan bayar sendiri," ujar Jokowi, dikutip dari laman Setkab.

Selain menarik kritiknya, Andi juga mengaku keputusan itu dibuat karena terkejut dengan pernyataan Jokowi. 

 

2 dari 2 halaman

Ratusan Miliar untuk Perhelatan Ini

Jokowi mengatakan, pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia itu justru memperkuat promosi untuk tempat wisata Indonesia. " Saya kira tujuannya ke sana," kata Jokowi.

Pertemuan tahunan ini dihadiri sebanyak 15 ribu orang delegasi. Sejumlah perbaikan dilakukan di beberapa wilayah untuk menyambut acara ini.

Jokowi menyebut anggaran sebesar Rp855 miliar dikeluarkan pemerintah untuk kegiatan tahunan ini. Salah satu tujuan dikeluarkannya dana itu untuk memperluas appron di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali dan terowongan persimpangan yang ada di Bali sehingga tak macet.

" Artinya, itu juga akan kita gunakan terus, terowongan, dan appron untuk parkir bandara akan kita gunakan terus bukan sesuatu yang hilang," ujar Jokowi.

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary