Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Pesan Terakhir Adnan Buyung Nasution (Dream/Maulana Kautsar)
Dream - Pengacara senior Adnan Buyung Nasution menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu 23 September 2015. Beliau meninggal setelah dirawat sekitar satu pekan di rumah sakit.
Putra ketiga Adnan Buyung Nasution, Rasyid Alam Perkasa Nasution menyampaikan ayahnya sempat meninggalkan pesan dalam secarik kertas sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Salah satu pesan itu berisi pesan agar anak-anaknya melanjutkan perjuangannya.
" Lanjutkan perjuangan di LBH (Lembaga Bantuan Hukum) untuk rakyat miskin yang tertindas, terutama masalah hak asasi manusia dan demokrasi," kata Rasyid di kediaman pribadi Adnan Buyung, di Jalan Poncol Lestari, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Rasyid menceritakan, ayahnya sempat kritis akibat sakit komplikasi ginjal dan jantung sebelum menghembuskan nafas terakhir. Saat itu juga pengacara kondang ini sempat dipasang selang dan sulit untuk berkomunikasi.
" Karena susah untuk komunikasi, makanya beliau menuliskan pesannya itu melalui secarik kertas," ucap dia.
Seperti diketahui, advokat senior, Adnan Buyung Nasution, pria berusia 81 tahun meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada pukul 10.15 WIB pagi tadi.
" Adnan Buyung adalah tokoh yang tidak tergantikan. Kepergiannya memukul kita semua," kata mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto.
Adnan Buyung merupakan pengacara kelahiran Jakarta 20 Juli 1934. Selama hidupnya, Buyung dikenal sebagai pengacara jempolan.
Sejak muda, Adnan Buyung dikenal sebagai aktivis yang konsisten berjuang di bidang hukum. Salah satu organisasi yang dia dirikan adalah Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Dia juga menjadi salah satu tokoh yang lantang menyuarakan reformasi pada 1997.
(Laporan: Rohimat Nurbaya)
Baca Juga: Adnan Buyung, `Pendekar Hukum` Putra Tukang Cendol JK: Adnan Buyung Penegak Hukum, HAM dan Demokrasi Cuit Duka Boediono dan Hatta Rajasa untuk Adnan Buyung Adnan Buyung Nasution Wafat
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha