Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pada Senin 4 Oktober 2021, sebuah meteor menerangi langit malam British Colombia, Kanada. Kala itu, Ruth Hamilton yang tinggal di resor Ski Golden, tengah tertidur lelap.
Sampai suatu ketika, ia dibangunkan oleh bunyi ledakan yang cukup keras.
" Saya langsung lompat dari kasur dan segera menyalakan lampu kamar. Saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi," terang Ruth, dikutip dari Daily Star, Senin 11 Oktober 2021.

Sesaat setelah terbangun, tubuhnya sudah dipenuhi debu dan puing yang berasal dari kerusakan atap resornya. Ketika melihat ke arah dekat bantalnya, ia menemukan sebuah batu seukuran kepalan tangan berwarna hitam.
Bergegas, Ruth langsung menghubungi pihak kepolisian setempat.
Petugas kepolisian langsung melakukan penyelidikan ke proyek konstruksi terdekat dan memastikan tidak ada peledakan apa pun di wilayah tersebut. Setelah didalami, polisi bisa memastikan bahwa batu tersebut merupakan sebuah meteor.
" Kami menelfon pihak proyek Canyon. Kami menanyakan apakah mereka sedang melakukan konstruksi peledakan dan mereka menjawab tidak, tetapi mereka mengaku melihat cahaya terang dari langit yang meledak," ucap Ruth.
Ruth mengaku sempat ketakutan dan gemetar. Ia berpikir ada seseorang yang telah melompat ke kamarnya, namun ia merasa lega setelah mengetahui benda asing itu merupakan batu berasal dari luar angkasa.
Ruth mengaku kagum dan merinding secara bersamaan dengan peristiwa yang menimpanya. Menurutnya, batu luar angkasa yang berpotensi berusia miliaran tahun bisa mendarat di bantalnya.
Di sisi lain, kata Ruth, jika batu itu mendarat beberapa inci ke kanan yang dimana tempatnya tidur, bisa menjadi cerita yang berbeda.
" Satu-satunya hal yang bisa saya katakan adalah hidup itu berharaga dan bisa hilang kapan saja. Bahkan ketika Anda berpikir sedang berada di tempat aman dan nyaman, seperti di tempat tidur," terang Ruth.
" Saya berharap tidak pernah ada yang menganggap kehidupan sebagai sesuatu yang remeh."
Sumber: Daily Star
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya