Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Kisah Sedih Guru Buat Kelas Online Dicueki Murid-muridnya. (Foto: Twitter)
Dream - Disebabkan gelombang ketiga pandemi Covid-19 yang melanda Malaysia, kementerian pendidikan negara itu telah mengambil inisiatif untuk menutup sekolah-sekolah buat sementara waktu.
Karena itu, para guru dan pelajar terpaksa meneruskan kegiatan belajar dan mengajar (KBM) secara online untuk menggantikan pelajaran tatap muka di sekolah
Namun, kegigihan guru-guru dalam mengendalikan kelas secara online ini seringkali dipandang enteng oleh sebagian pelajar.
Mereka malas dan mengambil sikap tidak peduli untuk melibatkan diri dalam kelas online yang diselenggarakan para guru.
Kondisi itulah yang dialami oleh ayah dari gadis Malaysia bernama Nuha yang kebetulan seorang guru yang mengajar mata pelajaran untuk ujian akhir tingkat SMA.
Melalui postingan di Twitter, Nuha membagikan pengalaman ayahnya yang hanya bisa menatap layar laptop tapi tidak ada seorang pun muridnya yang menghadiri kelas yang diadakan secara online.

Menurut gadis itu, hampir setengah jam ayahnya telah menunggu murid-muridnya di depan laptop. Namun, penantian itu sia-sia karena tidak ada yang login untuk mengikuti kelas online.
Tidak hanya menunggu, ayahnya juga mencoba menghubungi muridnya satu per satu. Tetapi, berbagai alasan dilontarkan kepada ayah Nuha agar mereka tidak ikut kelas online.
" Kasihan Abi, dia buat kelas (tapi) murid-muridnya tak seorang pun yang masuk. Sampai Abi terpaksa menelepon mereka seorang demi seorang.
" Itu pun mereka tak angkat. Mereka tahu Abi akan telepon mereka kalau hari itu ada kelas, tapi mereka matikan ponsel," tulis Nuha di Twitter.
Nuha pun merasa sedih ikut meneteskan air mata dengan situasi yang dihadapi ayahnya. Akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke kelas online ayahnya.

Dia ingin menyenangkan hati ayahnya yang tentunya merasa sedih dengan sikap murid-muridnya yang meremehkan kelas online.
Nuha pun menceritakan bagaimana perjuangan ayahnya agar bisa menyelenggarakan kelas online untuk murid-muridnya di tengah pandemi Covid-19.
Sebelum ini ayahnya sangat bersemangat meminta bantuan Nuha tentang cara membuat kelas online menggunakan aplikasi Zoom dan Google Meet.
Namun, semangat ayahnya langsung lenyap ketika murid-muridnya tidak mengapresiasi usaha guru mereka yang mencoba untuk menularkan ilmunya. Padahal ayahnya sebelum ini gagap teknologi menggunakan aplikasi.
Postingan Nuha tentang ayahnya itu menjadi viral. Rata-rata netizen menyatakan simpati atas upaya ayahnya.
Ada juga netizen yang mengkritik siswa yang bersikap kasar kepada gurunya. Padahal sebentar lagi mereka akan mengikuti ujian.
Sumber: Lobak Merah
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan