Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Javier Valdez Cardenas Meninggal Dunia Setelah Ditembaki Sekelompok Orang (Sumber: NBCNews)
Dream - Perdagangan narkoba telah menjadi persoalan di berbagai negara. Selain melibatkan preman bersenjata, perdagangan narkoba juga berkelindan dengan pejabat setempat.
Asumsi itulah yang ingin dibongkar jurnalis asal Mexico Javier Valdez Cardenas. Investigasinya mengenai kartel narkoba di Mexico menorehkan prestasi. Di 2011, dia mendapat penghargaan International Press Freedom Award.
Tetapi, nahas. 15 Mei lalu, Valdez ditembak mati di depan kantornya Riodoce di kota Culiacan, negara bagian Sinaloa.
Menurut laporan The Telegraph, Sinaloa dikenal sebagai basis bos kartel narkoba Joaquin "El Chapo" Guzman. Sejak ditangkap kepolisian, pesaing Guzman saling berebut kekuasaan di wilayah itu.
Kematian Valdez mendapat reaksi keras dari Direktur Jenderal UNESCO, organisasai PBB, Irina Bokova. Dalam laman resminya, Iriana mengutuk pembunuhan Valdez.
"Saya mengutuk pembunuhan Javier Arturo Valdez Cárdenas," kata Iriana, dikutip Dream dari laman Unesco, Rabu, 17 Mei 2017.
Menurut Iriana, peristiwa itu membuktikan rusaknya, hak azasi manusia, kebebasan berekspresi, dan kebebasan informasi. Dia menuntut pihak berwenang untuk mengusut tuntas pembunuhan itu.
"Saya minta pihak yang berwenang untuk menyelidiki hingga tuntas dan memastikan pembunuhan ini. Pembunuhan ini tak bisa dibiarkan tanpa hukuman," kata dia.
Dalam sebuah wawancara, Valdez menceritakan pengalaman tinggal di kawasan kartel narkoba itu. Menurut dia, berdomisili di Sinaloa merupakan ancaman.
"Dan menjadi jurnalis adalah ancaman tambahan," kata Valdez, saat ditanya pada 2011 tentang karyanya. "Kami belajar bagaimana hidup di saat peluru terbang di sekitar kita," kata Valdez.

Selain menerbitkan investigasi kartel narkoba, Valdez juga dikenal meluncurkan buku berjudul Narcoperiodismo. Buku itu mengisahkan seorang wartawan yang terbunuh saat saat perang obat bius.
Selain itu, Valdez juga menerbitkan buku mengenai kehidupan istri dan pacar pemimpin kartel narkoba yang berkuasa. Buku itu berjudul Miss Narco.
Dia juga menulis The Taken, yang mengisahkan bagaimana 'penghilangan' massal oleh kartel narkoba. Di buku Los Morros del Narco, dia bercerita mengenai anak-anak yang bekerja untuk geng.
Pada Januari lalu, dia menerbitkan buku terbarunya, Mala Yerba (bahasa gaul untuk "rumput buruk"). Buku itu bercerita mengenai kehidupan masyarakat di bawah pengedar narkoba.
Para jurnalis di seluruh dunia berduka atas kematian Valdez. Selamat jalan Valdez...
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS