Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Manuskrip Kuno Islam Kembali Ke Perpustakaan Nasional Mesir (Alarabiya)
Dream - Sebuah manuskrip kuno berusia 500 tahun yang sempat hilang selama setengah abad telah ditemukan. Manuskrip langka itu sempat hilang karena dicuri dari Perpustakaan Nasional Mesir
Bukan sekadar usianya yang telah mencapai ratusan tahun, naskah tersebut dianggap memiliki peran penting bagi perkembangan dunia keilmuan.
Naskah yang berjudul " Ringkasan Ilmu Sejarah" karya Mohamed bin Suliman Masood Al Kafiaji itu telah dikembalikan oleh Rumah Lelang Bonhams, dikutip dari Alarabiya.
Kabar kembalinya manuskrip kuno itu diumumkan oleh Menteri Kebudayaan Mesir, Dr Enas Abdeldayem dan Kelapa Perpustaaan Nasional Mesir, Dr Hisham Azmy.
Sempat terjadi ketegangan sebelum naskah kuno tersebut kembali. Akhir April lalu, Bonhams membuka lelang penjualan sebuah manuskrip kuno.
© Dream
Pengumuman lelang itu menimbulkan kekhawatiran pengelola Perpustakaan Nasional Mesir, terutama Persatuan Arkeolog Arab. Mereka kemudian mengeluarkan pernyataan naskah tersebut merupakan salah satu koleksi sah dari Perpustakaan Nasional Mesir.
Untuk menguatkan argumen, mereka menunjukkan bukti kepemilikan naskah tersebut, juga salinan indeks yang menyebutkan judul dan kode.
Pengelola rumah lelang kemudian mengklarifikasi keluarga pemilik naskah. Mereka kemudian setuju naskah tersebut dikembalikan.
© Dream
Naskah tersebut merupakan rujukan bagi studi Islam pertama terkait sejarah. Di dalamnya termuat metodologi penelitian sejarah Islam yang memuat perdebatan pendapat dari tiap ulama kuno.
Penulis naskah itu, Al Kafyaji, merupakan cendekiawan Muslim pertama yang memisahkan antara sejarah dengan metodologi riset agama.
Manuskrip ini menjadi rujukan banyak sejarawan Muslim setelahnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya