BNPB: Semua Buoy Tsunami di Indonesia Tak Berfungsi Sejak 2012

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 26 Desember 2018 19:04
BNPB: Semua Buoy Tsunami di Indonesia Tak Berfungsi Sejak 2012
Indonesia menggunakan buoy asal negara tetangga.

Dream - Indonesia saat ini memiliki garis pantai terpanjang ke dua setelah Brazil. Selain memiliki keindahan yang luar biasa, luas pantai yang ada di Indonesia juga menyimpan kekhawatiran dengan ancaman datangnya suatu bencana.

Salah satunya bencana alam paling mengkhawatirkan adalah datangnya gelombang tsunami. Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bibir pantai tentu memiliki rasa khawatir dengan musibah itu, terlebih kedatangannya yang tidak dapat diprediksi.

Meski tidak dapat diprediksi, peristiwa datangnya tsunami bisa diketahui dengan Indonesia Tsunami Early System (InaTews). Alat itu merupakan alat peringatan dini tsunami yang sering disebut buoy tsunami.

Alat pendeteksi peringatan dini ini, bisa digunakan sebagai informasi awal bagi masyarakat untuk segera melakukan evakuasi.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, laut Indonesia memiliki 22 buoy tsunami yang dibangun oleh peneliti Indonesia bekerja sama dengan Jerman, Malaysia, dan juga Amerika Serikat. Tapi, buoy itu tinggal cerita saja.

" Saat ini sudah tidak beroperasi sejak 2012," ucap dia.

1 dari 1 halaman

Rusak Karena...

Dia menjelaskan, buoy tsunami itu tidak berfungsi karena adanya vandalism, dicuri ataupun rusak karena terbatasnya biaya perawatan yang mengakibatkan alat tersebut tidak dapat digunakan lagi.

Meski demikian, saat ini Indonesia masih menggunakan buoy tsunami milik Internasional. Sebanyak lima buah bouy terpasang di Barat Aceh.

Satu buah milik India, satu unit di laut Andaman milik Thailand, dua unit di Selat Sumba milik Australia, dan satu unit di utara Papua milik Amerika Serikat.

" Itupun lokasinya sangat jauh, tsunami sudah datang baru dapat informasi," kata dia.

Meski demikian, kata Sutopo, tanpa buoy, peringatan dini tsunami tetap berjalan dengan baik. Kondisi ini disebabkan peringatan dini itu dilakukan berdasarkan pemodelan yang dibangkitkan dari jaringan seismik gempa yang terdeteksi.

" Dua sampai lima mennit setelah gempa, alat peringatan dini tsunami BMKG langsung memberi peringatan. Alat ini sudah bekerja dengan baik," ujar dia.(Sah)

Beri Komentar