Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Horor (foto:shutterstock)
Dream - Kondisi keamanan Malawi tengah mencekam setelah sedikitnya lima orang tewas dalam sebuah kerusuhan. Bahkan, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sampai menarik seluruh staf yang berdinas di negara Benua Afrika tersebut.
Penyebab kerusuhan ini terdengar tidak masuk akal, yaitu serangan vampir. Isu tersebut beredar sejak September dan meresahkan masyarakat hingga memicu kerusuhan dan tindakan main hakim sendiri.
Laporan Departemen Keamanan dan Keselamatan PBB menyebutkan orang-orang Malawi sangat percaya ada vampir yang berkeliaran. Isu ini memicu upaya penghakiman massal kepada orang-orang yang dituduh sebagai vampir.
" Distrik-distrik ini sangat terpengaruh oleh cerita tentang penghisap darah dan kemungkinan adanya vampir," ujar agensi PBB yang berada di distrik bagian selatan Malawi, sebagaimana dikutip Fox News.
© Dream
Laporan tersebut menyebutkan kerumunan massa pemburu vampir telah memblokade jalan. Sehingga meningkatkan ancaman bagi para staf PBB.
" Sejumlah staf PNN telah dipindahkan sementara sebagian lainnya masih berada di distrik yang menjadi lokasi tugas mereka," ujar Koordinator Staf PBB, Florence Rolle. Tetapi, Rolle tidak menyebutkan berapa jumlah staf yang telah dipindahkan.
Desas-desus tentang vampir diduga berasal dari negara tetangga, Mozambik. Laporan PBB pun merekomendasikan penghentian sementara aktivitas di lokasi terdampak hingga situasi kembali normal.
© Dream
Presiden Malawi, Peter Muthakira, menyebut laporan mengenai kekerasan massa akibat ketakutan pada vampir sangat menyedihkan dan menyiksa.
" Perkembangan situasi membuat Presiden dan Pemerintah prihatin," demikian pernyataan tertulis dari Kantor Kepresidenan Malawi.
Kepercayaan terhadap ilmu sihir berkembang di kawasan pedesaan Malawi, yang menjadi lokasi kerja sejumlah lembaga kemanusiaan. Bahkan, kasus kekerasan terkait rumor vampir ternyata sudah terjadi sejak 2002.
Malawi merupakan salah satu negara termiskin di dunia. Perekonomian negara itu bergantung pada kucuran dana dari IMF, Bank Dunia, dan sejumlah negara pendonor," demikian laporan CIA dalam World Factbook.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya