Setelah 5.300 Tahun, Mumi Itu Bisa Bersuara

Reporter : Puri Yuanita
Rabu, 28 September 2016 08:02
Setelah 5.300 Tahun, Mumi Itu Bisa Bersuara
Mumi bernama Otzi itu meninggal dan diawetkan sejak 5.300 tahun yang lalu.

Dream - Pernah membayangkan bagaimana suara seseorang setelah meninggal dunia? Apalagi orang itu sudah meninggal zaman baheula?

Itulah yang coba dilakukan oleh tim ilmuwan Italia, berusaha mendengar suara mumi semasa masih hidup. Dan rupanya, mereka berhasil membuat mumi bernama Otzi the Iceman 'berbicara'.

Otzi ini adalah pria kuno yang meninggal dan diawetkan sejak 5.300 tahun yang lalu. Dengan menggunakan CT scan, sekelompok ilmuwan berhasil menemukan kembali suara pria kuno tersebut.

Tim ilmuwan berhasil menemukan kembali pita suara, tenggorokan, dan mulut Otzi, sehingga memungkinkan mereka menghasilkan bunyi vokal Otzi secara digital.

1 dari 3 halaman

Seperti Ini Suaranya

Suaranya diperkirakan memiliki frekuensi antara 100 sampai 150 Hertz, yaitu sama seperti pria biasa zaman sekarang.

Rolando Füstös, ketua peneliti dan ahli Laryngology di Rumah Sakit San Maurizio, Bolzano, mengatakan, " Kami tidak bisa dikatakan berhasil mereproduksi suara Otzi karena masih ada informasi penting yang gagal diperoleh."

" Namun, dengan dua ukuran panjang saluran vokal dan pita suara, kami berhasil mereproduksi suara yang diperkirakan hampir mirip dengan suara asli mumi bersangkutan," tambah Rolando.

(Sumber: Mirror.co.uk)

2 dari 3 halaman

Ilmuwan Heran, Mumi 1.500 Tahun Pakai Sepatu Modern

Dream - Fesyen adalah hal yang menyangkut kekinian. Tetapi, penemuan mumi kuno mengungkap apa yang menjadi tren sepatu 1.500 tahun lalu.

Para arkeolog di Mongolia mendapat temuan fesyen di kaki wanita saat mereka membuka mumi yang terbungkus kain. Mereka menemukan mumi tersebut di Pegunungan Altai, tepatnya di ketinggian 9.200 kaki di atas permukaan laut.

Mumi tersebut sejauh ini terlihat mengenakan sepatu modern. Tapi para ahli memprediksi usia mumi tersebut sekitar 1.500 tahun.

" Orang ini tidak berasal dari golongan elit, dan kami percaya ini seperti wanita, karena tidak ada busur di dalam makam," ujar Peneliti pada Museum Khovd B Sukhbaatar.

" Sekarang kami berhati-hati membuka pembungkus tubuh, dan setelah ini selesai, para ahli akan dapat menjelaskan secara rinci tentang jenis kelamin mumi," kata dia.

3 dari 3 halaman

Fenomena Langka

Sejumlah harta benda yang ditemukan di makam memberikan pengetahuan yang unik mengenai kehidupan Mongolia sekitar abad keenam Masehi. Di dalamnya terdapat pelana, tali kekang, vas tanah liat, mangkuk kayu, palung, ketel besi, sisa-sisa peralatan kuda, dan pakaian kuno.

Juga terdapat bantal, kepala domba, tas kecil yang biasa diletakkan di punggung domba, tulang kambing, dan tas kulit kecil yang dirancang untuk membawa cangkir.

" Ini merupakan fenomena yang sangat langka. Ini menunjukkan pada kita keyakinan dan ritual bangsa Turkiks," kata Sukhbaatar.

" Kami bisa lihat secara jelas kuda tersebut telah dikorbankan. Dia adalah kuda betina, berusia antara empat hingga delapan tahun," ucap dia.

" Empat mantel yang kami temukan terbuat dari katun. Satu hal yang menarik dari temuan kami adalah tidak hanya wool dari domba, tapi juga wool dari unta," terang Sukhbaatar.

" Kami dapat perkirakan tanggal pemakaman dari benda-benda yang ditemukan, termasuk juga jenis topi. Ini memberikan kita informasi pemakaman dijalankan sekitar abad keenam," kata Sukhbaatar.

Temuan ini membantu terkuaknya asal usul bangsa Turki di masa Mongolio kuno. Mereka diperkirakan tersebar di sekitar Pegunungan Altai meliputi Siberia, di Rusia, dan Mongolia, Tiongkok, serta Kazakhstan.

Sumber: mirror.co.uk

Beri Komentar