Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Siti Naisah, Jemaah Haji Pertama Asal Samosir (merdeka.com)
Dream - Kisah tentang perjalanan haji Siti Naisah Binti Lebanus Simbolon, 62 tahun, sepintas seperti biasa saja. Sebagai pensiunan guru agama Islam, Siti terbilang cukup mampu.
Tetapi, ada yang menarik dari kisah Siti. Dia ternyata adalah jemaah haji pertama yang berasal dari Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Selama ini, belum pernah ada jemaah haji asal Samosir. Memang, warga beragama Islam di wilayah itu terbilang sedikit. Hanya sebanyak 1,2 persen dari total 123.789 penduduk kabupaten di tengah Danau Toba itu.
karena menjadi jemaah haji pertama dari daerah itu, Siti pun mendapat perlakuan istimewa dari Pemerintah Daerah dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Samosir. Bukan hanya keluarga maupun tetangga, beberapa pejabat Pemkab dan Kantor Kemenag turut mengantarkan Siti menuju Asrama Haji Medan.
Siti tergabung dalam kloter 6 embarkasi Medan. Kelompok ini beranggotakan 393 jemaah haji asal Samosir, Toba Samosir, Medan, Pematang Siantar, dan Simalungun.
Siti mengaku sempat mendapat tawaran untuk mendaftar haji di Medan. Tetapi, tawaran itu dia tolak dengan alasan ingin memperkenalkan Samosir.
" Sebenarnya saya bisa mendaftar di Medan, anak saya kan tinggal di Simalingkar. Tapi saya tetap ingin berangkat dari Samosir. Saya ingin memperkenalkan Samosir," kata Siti, dikutip dari merdeka.com, Kamis 3 Agustus 2017.
Siti pun paham proses pendaftarannya sempat terkendala. Ketiadaan pengalaman Pemkab Samosir dalam melayani pendaftaran jemaah haji bisa dia pahami. " Misalnya mau periksa kesehatan, Dinas Kesehatan sana belum tahun teknisnya seperti apa," kata Siti.
Meski begitu, perhatian Pemkab begitu besar pada niat Siti. Setiap tahap pendaftaran dilayani, sampai Siti diantarkan ke Asrama Haji Medan. " Suka dukanya sudah terobati, sudah sampai di Asrama Haji," ucap dia.
Kepala Bagian Sosial Sekretariat Daerah Kabupaten Samosir, Maden Simbolon, mengaku bangga dengan keberangkatan Siti ke Tanah Suci. Setelah sekian lama, akhirnya ada jemaah haji dari Samosir.
" Kami tentu merasa bangga dan senang dengan adanya calhaj dari daerah kami. Kami beri dukungan dan berharap beliau menjadi pribadi yang lebih baik dan juga untuk lingkungan di Samosir," kata Maden.
Dia berharap Siti dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar. " Kami berharap akan ada lagi calon haji dari Samosir," ucap Maden.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya