Status Umrah Indonesia Masih Ditangguhkan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Minggu, 19 September 2021 16:54
Status Umrah Indonesia Masih Ditangguhkan
Menurut SAPUHI, Pemerintah Arab Saudi akan segera mengumumkan pembukaan pintu umrah bagi jemaah Indonesia.

Dream - Para calon jemaah umrah asal Indonesia nampaknya masih harus bersabar. Sebab, hingga kini pemerintah belum membuka kegiatan umrah ke Tanah Suci.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal Serikat Penyelenggara Umrah Haji Indoensia (SAPUHI), Adji Mubarok. Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberi pemberitahuan kepada para pihak travel.

" Saya infokan sampai saat ini umrah untuk Indonesia masih belum di buka, kita masih menunggu keputusan untuk umrah kembali di buka untuk jemaah Indonesia. Insyaallah syarat-syarat untuk umrah sudah kita sounding ke teman-teman travel umrah, dari mulai dosis vaksin lengkap, PCR dan lain-lain," katanya, dikutip dari Merdeka.com, Minggu 19 September 2021.

1 dari 3 halaman

Pengumuman Pemerintah Arab Saudi

Adji menyampaikan, persiapan persyaratan umrah perlu diberitahukan sedini mungkin kepada para jemaah umrah. Sehingga, jika nanti Pemerintah Arab Saudi sudah membuka pintu umrah untuk Indonesia, perjalanan bisa segera terlaksana.

" InsyaAllah, dalam waktu dekat pemerintah Saudi akan menginformasikan umrah untuk jemaah Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Saudi tidak mewajibkan PCR dan karantina, kecuali peraturan dari Pemerintah Indonesia menerapkan keberangkatan dan kepulangan mewajibkan adanya hasil test PCR.

2 dari 3 halaman

Persyaratan Umrah

Adapun Persyaratan Umrah :

a. Usia di atas 18 tahun

b. Sudah vaksin 2 dosis

c. Vaksin Sinovac + vaksin booster

d. Vaksin Sinopharm + vaksin booster

e. Memiliki sertifikat vaksin (PeduliLindungi)

3 dari 3 halaman

Fasilitas yang Didapat

Jemaah umrah diperbolehkan dan mendapatkan fasilitas :

a. Salat 5 waktu di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram

b. Itikaf di Masjid

c. Umrah lebih 1 kali (tentative)

d. Ziarah

e. Hotel sekamar berdua (double)

f. Kapasitas bus maks. 25 pax

g. Makanan catering

h. Daftar aplikasi Tawakalna & Eatamarna jemaah oleh provider koordinasi dengan Muassasah

Apabila jemaah terdeteksi covid-19 saat di Saudi, maka biaya dicover oleh asuransi. Sertifikat vaksin asli harus di-upload di sistem visa. Provider visa mengambil paket melalui sistem Muasasah (include visa+hotel+bus+asuransi). (mut)

Beri Komentar