Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Suka Bergurau Di Tempat Baru, Pemuda Diganggu Makhluk Halus. (Foto: MStar)
Dream - Azim pergi liburan bersama ketiga temannya ke sebuah pulau di utara Malaysia untuk menenangkan pikiran, setelah tiga bulan dihabiskan di rumah akibat pandemi Covid-19.
Seharusnya, liburan itu meninggalkan pengalaman yang menyenangkan.
Mereka telah merencanakan liburan selama hampir dua minggu, dengan selalu mempertimbangkan faktor keamanan untuk memenuhi SOP yang ditetapkan pemerintah.
Namun, harapan bisa berlibur dengan tenang dan menyenangkan berubah menjadi cerita yang menyeramkan, akibat sikap Azim yang banyak bicara tak pantas hingga membawa konsekuensi yang tidak diinginkan.
Menurut Azim, ketika mereka sampai di pulau resor itu, semua yang direncanakan berjalan dengan lancar. Sampai mereka memutuskan untuk bersepeda di sekitar hotel tempat mereka menginap.
Azim mengatakan, area hotel cukup terpencil. Mereka sengaja memilih untuk tinggal di sana karena jauh dari keramaian untuk mengurangi kontak dan menjaga jarak.
" Sebenarnya saya bukan orang yang penakut atau merasa kawasan itu angker meski sangat sepi... tapi saya selalu bergurau dengan mengatakan tempat itu angker.
" Ketika bersepeda, waktu itu sudah hampir senja dan keadaan pun sudah mulai gelap. Tapi kami tetap bersepeda dan seperti biasa saya bergurau dengan teman-teman.
" Saya kayuh sepeda sekuat tenaga hingga meninggalkan mereka. Saya kemudian bercanda, ada hantu ikut mereka di belakang," kata Azim.
Teman-teman Azim yang tadinya mengayuh dengan santai ikut mempercepat laju sepeda mereka karena ketakutan.
Tapi setelah mendengar Azim hanya bercanda, mereka marah kepadanya. Mereka meminta pemuda itu untuk tidak bergurau sembarangan di tempat terpencil seperti itu.
Tidak menghiraukan nasihat teman-temannya, Azim mengatakan malam itu ketika hendak tidur, tiba-tiba bulu romanya berdiri seolah ada tangan yang mengelus lehernya.
Azim berusaha mengabaikannya karena dia mengira itu mungkin terjadi karena suhu di dalam ruangan sedang dingin. Tetapi tengkuknya tetap terasa meremang.
Dia mulai tidak senang dengan apa yang terjadi padanya, dan mencoba bercerita ke teman sekamarnya tapi temannya sudah tertidur.
" Saya memutuskan untuk tidur karena saya mulai merasa tidak nyaman… Ketika baru saja mematikan lampu kamar, saya tiba-tiba melihat cahaya di jendela sebelum melihat tangan seseorang mengetuk jendela.
“ Saya berteriak ketakutan dan menyalakan lampu. Saya mencoba gerakkan teman sekamar tetapi dia tidak bangun… Saat itu saya benar-benar ketakutan. Saya berbaring di samping teman saya dan memeluknya," kata Azim.
Tidak terhenti di situ saja, Azim mengatakan dalam ketakutan itu, jendela kamar sekali lagi diketuk dan dia mendengar suara memanggil namanya.
" Ia bukan saja panggil nama saya tetapi sayup-sayup saya dengar makhluk itu berbicara, 'Kenapa kau panggil aku?'," ujar Azim.
Keesokan harinya, Azim memberitahu temannya yang juga terkejut ketika menjumpai pemuda itu tertidur dalam kamar mandi. Azim sendiri tidak tahu bagaimana dia bisa berada di situ.
" Seingat saya, saya melompat dan memeluk teman sekamar saya dan entah bagaimana saya bisa terlelap atau berjalan ke kamar mandi... Saya benar-benar tidak ingat mengenai kejadian itu," tuturnya.
Azim mengatakan teman-temannya melihat wajahnya jadi pucat. Tidak hanya itu, Azim sekarang menjadi pendiam sehingga semua temannya merasa heran dengan perubahan sikapnya.
Gangguan yang diterima Azim tidak berakhir di hotel. Tetapi ketika pulang ke ibu kota, dia menerima gangguan pada malam pertama tiba di rumah.
Yang membuat Azim makin ketakutan, tengkuknya sekarang sering terasa meremang. Selain itu, badannya terasa sakit terutama pada bagian pinggang.
" Saya tinggal sendirian... Mulanya saya tidak berpikir apa-apa tetapi begitu tiba di rumah saya merasa lemah dan ketakutan. Tengkuk saya selalu meremang dan pinggang terasa sakit.
" Saya merasa sedikit lega setelah mandi dan sholat. Tetapi ketika hendak tidur, gangguan itu mulai terjadi... Jendela kamar saya diketuk dengan kuat serasa seperti mau pecah.
" Padahal saya tinggal di lantai 10. Bagaimana ada orang bisa panjat dan ketuk jendela kamar saya?" jelasnya.
Sementara itu, pertemuaan dengan seorang ahli pengobatan Islam menyebutkan bahwa Azim mengalami gangguan dan 'makhluk' itu ikut sampai di rumahnya.
" Tanpa saya banyak bercerita, ustaz sudah dapat menerka apa yang telah saya lakukan dan berpesan agar selalu menjaga kata dan tingkah laku terutama di tempat baru.
" Alhamdulillah, sekarang saya sudah tidak mengalami gangguan setalah mendapatkan perawatan secara Islami, dan ini adalah pelajaran yang paling berharga," ujarnya.
Sumber: mStar.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya