Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Muslim Meksiko
Dream - Berhijab di negeri berpenduduk mayoritas non-muslim tak selamanya menakutkan bagi muslimah. Mereka terkadang mendapat pengalaman lucu. Itulah kisah yang dialami Alheli Sg, muslimah Asal Meksiko, saat berjalan-jalan di kampungnya dengan mengenakan hijab.
" Ada cerita lucu, seorang pria tua melihat saya berjalan dengan mengenakan abaya dan menganggap saya sebagai orang Gipsi Hungaria," tutur Alheli dikutip Dream dari Altmuslimah, Sabtu 31 Mei 2014.
Tentu saja Alheli menjadi bingung. Apalagi pria tua itu begitu saja menyodorkan telapak tangan ke arah Alheli. " Dia memohon untuk dibaca keberuntungannya," ujar Alheli.
Langsunglah Alheli sadar. Bahwa dia memang tengah mengenakan busana muslimah dan warga di situ sama sekali belum pernah melihat pakaian seperti itu. Dengan sabar Alheli menjelaskan bahwa dia bukan orang Gipsi yang terkenal pandai meramal.
" Setelah saya jelaskan kepadanya bahwa saya seorang muslimah, bukan Gipsi, dia berlalu dengan kesal, kekecewaan terlihat pada raut mukanya," kata dia.
Namun, ada untungnya Alheli berhijab. Identitasnya sebagai muslimah dengan mudah diketahui. Sehingga, itu pula yang dia manfaatkan untuk berdakwah. Setiap orang yang dia temui bertanya tentang Islam. Dan dengan senang hati dia menjelaskan.
" Hijab memberi saya kekuatan yang tidak diduga. Penampilan, kebanggaan, dan mewakili agama saya di kota non-muslim. Saya merasa terlindungi dan aman," ucap Alheli.
Alheli mengakui, tidak mudah menjadi muslim di Meksiko. Mereka memang minoritas. Apalagi selama ini banyak pemberitaan miring yang tidak benar soal Islam. Jadilah Alheli merasa terasing.
" Prasangka terhadap muslim dalam budaya Meksiko masih kuat, saya pernah ditolak saat melamar kerja hanya karena hijab saya," kata dia.
" Bagaimanapun Islam bagi saya adalah kebenaran. Ini menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Meski sulit menjadi muslim di Meksiko, saya mencari perlindungan kepada Tuhan dan ternyata mendapat pertolongan," tambah Alheli.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya