Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Suradhar Benia Dan Kerabat Membawa Jenazah Akash (Foto: Indiatimes.com)
Dream - Suradhar Benia, seorang ayah dari Rayagada, Odisha, India, tengah jadi sorotan karena berjalan kaki dengan memanggul jenazah anaknya sejauh 1,5 kilometer. Dia memanggul jenazah putranya karena gagal mendapatkan mobil ambulans.
Putra Benia yang berusia 9 tahun, Akash, dibawa ke rumah sakit di kota Rayagada pada Minggu 20 Maret 2022. Akash menderita diare selama beberapa hari terakhir.
Namun malang, ketika dibawa sudah terlambat dan dokter di rumah sakit menyatakan Akash meninggal setelah pemeriksaan.
Benia dan keluarganya kemudian meminta mobil jenazah untuk membawa pulang almarhum, tetapi pihak rumah sakit memberitahu tak ada ambulans.
Benia lalu berjalan sambil menggendong anaknya di pundak dan ditemani kerabatnya. Video yang merekam saat mereka berjalan bersama jenazah Akash pun menjadi viral.
Setelah video itu menjadi viral, rumah sakit memberikan pernyatannya dengan mengklaim bahwa Benia tidak meminta mobil jenazah.

Kolektor Rayagada Saroj Kumar Mishra mengatakan, bahwa ada cukup kendaraan yang tersedia di rumah sakit untuk menyediakan layanan Mahaprayan (sebuah kendaraan yang membawa jenazah dari rumah sakit ke rumah almarhum).
“ Dua kendaraan disediakan di kotamadya untuk membawa mayat almarhum. Selain itu, rumah sakit memiliki kendaraan Mahaprayan sendiri. Tidak jelas apakah ayah almarhum tidak mengetahui layanan tersebut atau seseorang menolaknya. Jika terbukti ada orang yang menolak layanan tersebut, tindakan akan diambil terhadap orang tersebut,” kata Mishra.
Peristiwa yang dialami Bania mengingatkan kembali pada insiden di tahun 2016 yang juga terjadi di Odisha.

Di tahun itu seorang pria bernama Dana Majhi asal Odisha, memanggul jenazah istrinya yang bernama Amanga Dei di pundaknya sejauh 12 km. Ia terpaksa melakukan hal ini karena tak mampu menyewa mobil ambulans.
Menyusul kontroversi pada tahun 2016 tersebut, pemerintah Odisha telah menerapkan skema Mahaprayan untuk memberikan layanan mobil jenazah gratis.
Sumber: indiatimes.com
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya