Tak Lepas Sepatu Saat Masuk Masjid, 2 Polisi Ditahan

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 7 Oktober 2019 09:02
Tak Lepas Sepatu Saat Masuk Masjid, 2 Polisi Ditahan
Kasus ini bermula dari pengejaran massa demonstrasi.

Dream - Dua anggota polisi dari Sabhara Polres Jeneponto dan Polres Takalar, berinisial, Bripda H dan Bripda S dihukum penjara selama 14 hari.

Hukuman itu diberikan Polda Sulawesi Selatan karena Bripda H dan Bripda S memasuki masjid tanpa melepas sepatu. Kasus ini bermula saat polisi mengejar pengunjuk rasa demonstrasi.

Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sulawesi Selatan, Kombes Hotman Sirait mengatakan, kasus ini diketahui melalui bantuan Inafis dan Labfor Polri.

" Karena gambarnya tidak begitu bagus maka saya minta bantuan Inafis dan Labfor untuk angkat gambar itu biar kita tahu namanya. Akhirnya diketahui pelaku kedua bernama Bripda S," kata Hotman, dilaporkan .

Bripda H sudah disidang sejak empat hari lalu. Sementara itu, Bripda S baru menjalani persidangan Jumat, 4 Oktober 2019.

" Keduanya adalah anggota yang sementara BKO di Makassar untuk pengamanan unjuk rasa. Dalam sidang disiplin yang dijalani, melibatkan Ankum (Atasan Hukum) nya langsung. Jadi perangkat dalam sidang disiplin itu, selain dari Polda, juga ada ankumnya dari Polres Takalar dan Polres Jeneponto yakni masing-masing wakapolresnya," ujar dia.


(Sumber: Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari)

1 dari 5 halaman

Merdunya Azan Pak Polisi di Tengah Demonstrasi

Dream - Menjaga situasi tetap kondusif tentu sudah jadi tugas polisi. Meski begitu, mereka juga punya kewajiban sebagai hamba Tuhan.

Beredar video haru menunjukkan seorang petugas kepolisian melantunkan azan. Dia dan seluruh rekan sesama polisi sedang bertugas menghalau demonstrasi.

Video tersebut diunggah pada akun Instagram @m.bachrunnajah. Pemilik akun menuliskan kalimat seputar video ini.

" Di saat kubu sebelah menyudutkan pihak Aparat yang menurutnya berlebihan menangani DEMO Anarkhis,, Disatu sisi, Pihak Aparat adalah manusia biasa yang mempunyai Keluarga dan Kehidupan spiritualnya," tulis @m.bachrunnajah.

 

2 dari 5 halaman

Merdunya Azan

Dalam video itu, terlihat polisi mengenakan seragam khas untuk menghalau massa. Di badah serta lengan dan kakinya terpasang tameng pelindung.

Polisi itu berdiri di samping mobil pengeras suara. Dia mengumandangkan azan melalui pengeras suara dalam mobil tersebut.

Azan yang terlantun dari polisi tersebut sungguh merdu. Mengingatkan semua Muslim akan kewajiban mereka menyembah Tuhannya.

Sementara suara massa aksi terdengar riuh. Bersahutan dengan merdunya azan dari polisi ini.

 

      View this post on Instagram

" DUA SISI" Disaat kubu sebelah menyudutkan pihak Aparat yang menurutnya berlebihan menangani DEMO Anarkhis,, Disatu sisi, Pihak Aparat adalah manusia biasa yang mempunyai Keluarga dan Kehidupan spiritualnya. Dalam kondisi " PERJUANGAN" #Jihad membela Negara dan melayani masyarakat, saya sangat terharu ketika lantunan suara Adzan memanggil Sholat dilantunkan dengan merdu oleh salah seorang Pelayan masayarakat ini. Mari kita semua beribadah bersama, untuk Agamamu, Agama Kita dengan hati penuh Kasih Sayang 🙏 @m.bahrunnajach #tegalrejomagelang #magelang #jawatengah #magelangexplore #magelanghits #magelangkota #magelangcity #magelangkabupaten #purworejo #temanggung #wonosobo #polri

A post shared by M. Bahrun Najach. MAGELANG🇮🇩 (@m.bahrunnajach) on

3 dari 5 halaman

Banjir Komentar Positif

Unggahan ini mendapat respon positif dari netizen. Banyak dari mereka terharu dengan aksi polisi ini.

" Sisi agamis dr polisi kita..,"  tulis @tri_ubeck.

" Semagant bapak2 polisi,"  tulis @verryanissa.

" Semoga TNI, Polri senantiasa mendapatkan perlindungan dari Tuhan YME,"  tulis @ursulaschintz.

(ism)

4 dari 5 halaman

Tangis Kapolres dan Penjual Onde-onde, Bikin Hati Teriris

Dream - Suasana haru menyelimuti prosesi pisah sambut Kapolres Padang Panjang dari AKBP Cepi Noval kepada AKBP Sugeng Hariyadi pada Sabtu lalu, 21 September 2019. Bukan semata ucapan selamat, namun ada kesedihan mendalam.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram polisi_indonesia, terlihat AKBP Cepi pamit dan bersalaman kepada sejumlah rekan di halaman Mapolres Padang Panjang.

Beberapa saat kemudian, Cepi menyalami gadis yang menyunggi nampan di kepalanya.

Gadis kecil itu menangis sesenggukan sebelum bersalaman dan mencium tangan Cepi. Sesekali, dia usap air matanya dengan jilbabnya.

Usai bersalaman, Cepi terlihat memegangi kepala gadis itu dan berusaha menghiburnya. Dia usap kening gadis itu dengan jarinya, dan memintanya tenang.

" Bapak pamit..., rajin belajar..., dan banyak sabar ya nak... Jangan takut ada Kapolres baru...," kata Cepi kepada gadis penjual onde-onde itu.

 

      View this post on Instagram

Seorang gadis kecil penjual 'ondeh ondeh' menyeruak masuk menembus barisan polisi ditengah acara pisah sambut Kapolres Padang Panjang dari AKBP Cepi Noval SIK, kepada AKBP Sugeng Hariyadi. S.I.K., M.H., hari ini Sabtu 21 September 2019 di halaman Mapolres Padang Panjang. Entah apa yang membuat anak kecil ini berani masuk dalam kerumunan banyak orang dan menuju kehadapan Pak Cepi Noval. Ada air mata yang meleleh dari sudut matanya, anak ini menangis, ia sedih mendapat khabar bahwa Pak Cepi Noval akan meninggalkan Padang Panjang. Rupanya Kapolres karismatik itu adalah salah seorang pembeli ondeh ondehnya yang jika setiap bertemu akan selalu memborong habis dagangannya. Kapolres bersahaja itu menghampiri sang gadis kecil seraya berkata, " Bapak pamit..., rajin belajar..., dan banyak sabar ya nak... Jangan takut ada Kapolres baru..." , ungkapnya haru sambil menghapus air mata si gadis kecil yang meleleh bening dikedua pipinya. " Gadis kecil penjual onde onde itu masih sekolah," ungkap Sang Kapolres tersendat. (NarasibygrupFbppo) Vidio take by bripda @alvirary #bapak akbp @cepinovalii @humas_polres_padang_panjang @indozone.id @infosumbar @ind_uniform @padangpanjang.online @bhayangkari_sumbar @humaspoldasumbar @polantasindonesia @officialhitamputihtrans7 @makasar_info

A post shared by polisi_indonesia (@polisi_indonesia) on

5 dari 5 halaman

Terobos Pengamanan Sertijab

Ada kisah mengharukan antara Cepi dengan gadis itu. Gadis penjual kue onde-onde itu merasa sangat kehilangan Cepi yang harus menjalani pindah tugas.

Ternyata, Cepi adalah pelanggan setia dagangan gadis itu. Setiap kali bertemu, Sang Kapolres selalu memborong habis seluruh onde-onde remaja itu.

Kabar pindah tugas Cepi membuat gadis remaja itu sangat sedih. Dia sangat kehilangan sosok polisi yang selama ini telah baik padanya, bahkan ikhlas memberikan bantuan kepadanya.

Ingin berjumpa terakhir kalinya, gadis itu nekat menerobos kerumunan banyak orang hingga bisa berdiri tepat di depan Cepi. Dia seperti ingin mengucapkan salam perpisahan meski dengan berat hati. (ism)

Beri Komentar