5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Tamara (kanan) Saat Ditangkap Polisi Setempat (dailymail.co.uk)
Dream - Nenek kanibal di Rusia ditangkap polisi atas tuduhan membunuh dan memakan sebelas korbannya. Tamara Samsanova, nenek berusia 68 tahun itu, nyaris tidak memperlihatkan rasa bersalah ketika ditangkap.
Tamara, yang oleh media Barat dijuluki Granny Ripper (Nenek Malaikat Pencabut Nyawa) mengakui telah memutilasi dan menjadikan korbannya masakan. Nenek sadis asal St Petersburg ini diduga membunuh hingga 11 korban lainnya selama lebih dari dua dekade.
Dalam kesaksiannya pada 4 September lalu, dia mengatakan kepada polisi kronologi pembunuhan temannya. Dia awalnya membius teman sekamarnya, Valentina Ulanova, 79, hingga jatuh ke lantai. Tamara tega membunuhnya Ulanova setelah temannya itu memberitahu tidak mau lagi berbagi kamar dengannya.
" Aku pulang dan memasukkan sebanyak 15 pil Phenazepamum ke dalam salad olivier-nya. Dia sangat menyukainya," kata Tamara selama interogasi yang dibocorkan oleh surat kabar Rusia Komsomolskaya Pravda.
Selama reka ulang, Tamara menunjukkan kepada penyidik bagaimana memotong tubuh Ulanova menggunakan gergaji tangan yang ia pinjam dari tetangganya bertahun-tahun sebelumnya. Dia membunuh korbannya dengan sangat keji dan memasaknya.
Meski polisi mencurigainya sebagai kanibal, teori lain mengatakan, dia merebus bagian tubuh Ulanova, korban terakhirnya itu, untuk menghilangkan jejak. Sementara itu bagian tubuh Ulanova yang lain dia buang dekat dengan blok apartemennya.
Dari rekaman CCTV di blok apartemennya, Tamara terlihat keluar pergi selama tujuh kali membawa bagian tubuh. Dia menyeret tas, meninggalkan tanda darah di lantai.
Untungnya, polisi yang mendapat laporan segera tiba di lokasi. Tamara pun ditangkap. Dia mengakui kepada pembunuhan yang dilakukannya dan tiga lainnya.
Polisi yang melakukan penyelidikan menemukan buku harian yang ditulis dalam bahasa Jerman, Inggris dan Rusia. Beberapa laporan mengklaim buku harian itu berisi hingga sepuluh pembunuhan terpisah, tetapi Komite Investigasi Rusia belum memberikan rincian lengkap.
Polisi juga memeriksa apakah Tamara juga membunuh suaminya yang menghilang 15 tahun yang lalu. Pada saat itu, dia mengatakan kepada tetangga suaminya itu lari dengan seorang wanita lain. Anehnya, dia membuat laporan ke polisi suaminya menghilang.
Sumber: Dailymail.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
