Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jabal Nur, Mekah (Sumber: Iqbalsafwan.wordpress.com)
Dream - Mekah, kota suci umat Muslim ini seolah tak pernah kehabisan cerita seputar perjalanan hidup Rasulullah SAW. Nyaris tiap bagian kota menjadi saksi dari berbagai peristiwa yang pernah dialami Rasul.
Salah satunya adalah Jabal Nur atau 'Bukit Cahaya'. Bukit setinggi 642 meter itu menjadi salah satu situs penting di Mekah yang banyak diziarahi orang. Disinilah terletak Gua Hira.
Gua Hira adalah tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu untuk pertama kalinya. Di tempat ini pula Muhammad bertemu dengan Malaikat Jibril dan dikukuhkan kenabiannya.
Jabal Nur dan Gua Hira terbilang sulit dijangkau. Meskipun Bukit Cahaya tidak terlalu tinggi, namun tingkat kemiringannya cukup tajam. Para pengunjung harus ekstra hati-hati saat mendakinya.
Namun tempat yang sulit dicapai ini justru dipilih Nabi Muhammad untuk menyendiri, merenung dan mendekatkan diri kepada Allah hingga kemudian menerima wahyu pertama berupa Surat Al-Alaq ayat 1 - 5, yang diawali dengan perintah membaca.
Perintah membaca itu ternyata diperoleh Rasul dengan proses yang tidak mudah. Di usianya yang kala itu tidak muda lagi (40 tahun), Rasul harus mendaki Jabal Nur untuk menyendiri di Gua Hira.
Saat itu, Nabi Muhammad merasakan kegelisahan yang begitu hebat hingga terdorong untuk melakukan kontemplasi di puncak gunung terjal itu. Sampai akhirnya Allah menurunkan perintah untuk membaca.
Perintah membaca membawa makna perintah untuk memperbaiki akhlak masyarakat kala itu. Masyarakat Arab ketika itu masih berada dalam kehidupan jahiliyah sehingga diturunkanlah perintah tersebut sebagai petunjuk bagi mereka agar menjadi beradab.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya