Tangis Pelaku Tabrak Lari Lihat Korbannya Cacat Seumur Hidup

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 4 Maret 2019 10:00
Tangis Pelaku Tabrak Lari Lihat Korbannya Cacat Seumur Hidup
Kaki ibu dan anaknya terpaksa diamputasi.

Dream - Pelaku tabrak lari bernama Bambang dipertemukan dengan dua korbannya di Mapolrestabes Semarang, Jawa Tengah. Bambang menangis. Menyesal telah menabrak Oky Yudi Satriyo dan ibunya, Indrawati.

Dia meminta maaf ke ayah Oky, Wahyu Dwiyono. " Maafin saya, Pak. Saya enggak tahu, Pak. Saya kalut," kata Bambang, dikutip dari Metrojateng.com, Jumat 1 Maret 2019.

Bambang yang dipersilakan melihat Oky dan Indrawati tampak kembali menangis. Dia menutupi wajahnya.

" Maafin saya, Bu. Saya kalut. Saya punya anak yang masih kecil. Rem truk blong," kata Bambang, sembari bersimpuh.

Indrawati yang duduk di kursi roda tampak geram. Dia mengingat dan menceritakan kembali peristiwa tabrakan di Simpang Hanoman, 30 Januari 2018.

" Salahku apa, Pak? Aku mau berangkat kerja, anakku pulang sekolah ingin ikut karena tidak mau dititipkan. Aku sudah berhenti di belakang lampu merah, kamu tabrak, Pak," kata Indrawati.

1 dari 2 halaman

Mengapa Melarikan Diri?

Indrayati terus mencecer Bambang karena hingga saat ini tak bisa bekerja. Sementara, kondisi Oky juga membuatnya semakin pedih.

" Jangan beralasan rem blong, sama anak. Lihat anak saya, masih kecil, sedang senang-senangnya bermain dan naik sepeda, sekarang kakinya diamputasi, kaki sehat dulu, Pak," ucap dia.

Wahyu yang mendengar alasan Bambang turut mempertanyakan sikapnya terdahulu. “ Kalau kamu niat tanggung jawab, harusnya tidak kabur," kata Wahyu.

Bambang memang sempat melarikan diri ke Kebumen. Warga Depok, Jawa Barat, itu sempat buron sebelum akhirnya ditangkap di dekat kosnya di Ambal, Kabupaten Kebumen, saat memancing.

“ Kalau soal permintaan maaf, saya sebagai manusia juga pasti pernah berbuat salah. Saya maafkan tetapi saya berharap polisi memberikan hukuman yang setimpal,” ucap Wahyu.

2 dari 2 halaman

Polisi Sengaja Pertemukan

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi mengatakan, polisi sengaja mempertemukan tersangka dengan korban dan keluarganya. Upaya itu dilakukan agar Bambang tahu perbuatannya terdahulu.

“ Kami sengaja pertemukan agar tersangka tahu kondisi korban. Juga untuk meminta maaf secara terbuka,” kata Ardi.

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair