Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Sumber: Miamiherald.com
Dream - Usaha mencuci pakaian atau laundry ternyata telah dilakukan sejak zaman Romawi kuno, yaitu sekitar 2.000 tahun lalu atau mungkin bisa jadi lebih tua dari perkiraan tersebut. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya toko laundry di reruntuhan kota Pompeii.
Dikutip dari Miami Herald, Pompeii merupakan kota Romawi Kuno di Italia yang terkubur setelah Gunung Vesuvius meletus pada tahun 79 Masehi.
Para arkeolog telah menggali Pompeii selama lebih dari satu abad, namun sekitar sepertiga dari situs kuno tersebut masih belum terjelajahi.

Saat tim baru mulai menggali di sepanjang jalan kota di Insula 10, mereka menemukan bubungan dan lantai atas beberapa bangunan.
Menurut arkeolog, salah satu bangunan tersebut dulunya merupakan toko laundry (fullonica, dalam bahasa Romawi). Penemuan ini mengungkap cara bangsa Romawi kuno mencuci pakaiannya.
Karena sabun belum ditemukan, orang Romawi kuno mencuci pakaiannya dengan menggunakan urine hewan maupun manusia. Urine tersebut dikumpulkan dalam pot yang ditemukan di sepanjang jalan kota.
Urine digunakan karena mengandung amonia, zat dasar, yang membersihkan kotoran dan noda minyak dengan menangkal sifatnya yang sedikit asam.
Menurut World Encyclopedia, orang Romawi kuno akan membawa pakaian mereka ke fullonica dan membayar layanan laundry.
Pertama-tama, para pekerja akan mencuci pakaian kotor di tong berisi air dan urin, kemudian berjalan tanpa alas kaki di atas pakaian selama beberapa saat.
Setelah itu, mereka akan membilas pakaian dengan tangan dan memukulnya dengan tongkat untuk menghilangkan pakaian yang masih menempel.
Apabila noda sudah hilang, pakaian akan dikeringkan di rak dan dikirim atau diambil oleh pemiliknya.
Adapun toko laundry di Insula 10 Regio IX ini bukanlah yang pertama kali ditemukan. Pada 1912, bangunan laundry atau Fullonica Stephanus juga ditemukan arkeolog.
Para ahli mengatakan, Fullonica of Stephanus awalnya adalah sebuah rumah yang kemudian diubah menjadi fasilitas laundry.Di salah satu kamarnya, ditemukan tong cucian besar dengan bentuk yang mirip seperti bak mandi.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya