Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Pernah Berbobot 317 Kg Dan Diagnosis Hanya Hidup Sampai Umur 30 Tahun, Penampilan Wanita Ini Setelah Diet Bikin Pangling (Daily Star)
Dream - Wanita asal Amerika Serikat, Amber Rachdi, pernah mengidap obesitas dengan berat badan 317 kilogram. Namun kini dia berhasil menurunkan berat badanya sekitar 40 persen.
Dikutip dari News Rebeat, Amber Rachdi yang berusia 32 tahun memiliki berat badan 31 kilogram ketika berusia lima tahun. Sampai dewasa ia terus berjuang melawan obesitasnya.
Berat badan yang berlebih itu juga berdampak pada kemampuan fisiknya. Ia tidak mampu berdiri lebih dari satu jam.

Sekarang, dia berbicara tentang bagaimana operasinya pada tahun 2014 membantunya menjalani hidup yang lebih sehat.
Dokter mengatakan ia bisa meninggal sebelum usia 30 tahun. Namun, Amber menjalani operasi bariatrik pada usia 23 tahun dan berhasil menurunkan lebih dari 127 kg melalui serangkaian adaptasi.

Dia mengaku, sebelum prosedur itu pernah berpikir tidak akan punya masa depan karena kondisi kesehatannya yang berbeda dengan orang lain.
“ Semua menyakitkan. Apa yang bisa saya lakukan dan ke mana saya bisa pergi sangat terbatas. Saya merasa terjebak. Saya tidak suka berada di posisi ini. Terkadang saya merasa putus asa,” ujarnya.
Amber menjelaskan untuk mengendalikan perasaaan cemas dan ketakutan akan kegagalan ia kerap kali mengonsumsi banyak makanan.

“ Hubungan saya dengan makanan tidak sehat. Saya menghabiskan sebagian besar hari mengkhawatirkan tentang apa yang harus dimakan dan kapan mendapatkannya. Ada harapan sebelum makan tapi itu tidak menyenangkan. Itu adalah perasaan tidak berdaya dan sedih,” katanya.
Menyadari ia membutuhkan perubahan radikal, Amber akhirnya mencari bantuan dari seorang bariatrician.
Beberapa bulan kemudian, ia dirawat di rumah sakit dan menjalani operasi perut yang berhasil menyelamatkan hidupnya pada pertengahan 2014.

Menurut Amber, prosedur tersebut merupakan titik balik, bukan hanya karena berat badanya yang turun 127 kg, tetapi juga motivasinya semakin meningkat.
Setelah pulih dari operasi amber mengubah pola makannya dan mulai rutin pergi ke gym.
Dengan bantuan seorang terapis ia bisa mengendalikan kecemasannya dan lebih memahami mekanisme tubuhnya.
Wanita itu membagikan transformasinya yang luar biasa pada akun Instagram pribadinya. Dalam sebuah postingan ia bercanda bahwa sekarang sudah memiliki lemak normal.
“ Lemak normal. Saya tidak akan pernah kurus tapi saya pikir saya sudah berdamai dengan itu,” tulisnya.
Laporan: Nur Rahma
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan