Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Sumber: Shutterstock.com
Dream - Perasaan orangtua mana yang takkan bercampur aduk ketika menerima dua kabar berbeda di momen berduka. Di saat hendak mengkremasi sesosok pria yang diyakini sebagai anaknya, seorang ayah di Malaysia mendapat pesan telepon berisi pesan mengejutkan.
Sesosok jasad yang semula hendak dikremasi ternyata bukan putranya yang telah meninggal dunia. Semakin mengejutkan karena anaknya masih hidup.
Pengalaman penuh perasaan bercampur aduk ini dialami seorang ayah yang tinggal di negara bagian Malaysia, Negeri Sembilan. Namanya hanya ingin dikenal sebagai Mr. Chantren.
Dilaporkan The Straits Times, seperti mengutip laporan koran lokal Sinar Harian, cerita langka ini terjadi ketika Chantren menerima telepon dari pejabat di otoritas penjara setempat.
Pihak penjara mengabarkan putranya telah meninggal di Penjara Sungai Buloh, Selangor pada Jumat 3 Maret 2023.
Mendengar informasi tersebut, ia awalnya kebingungan karena tidak pernah mengetahui putranya dipenjara.

Sepengetahuannya, anaknya yang berusia 19 tahun itu hanya tinggal dan bekerja di Kota Selayang, Selangor.
Meski masih dipenuhi kebingungan, Chantren dan keluarganya tetap mengonfirmasi jenazah putranya di Rumah Sakit Sungai Buloh. Di momen tersebut, dia juga merasa wajah jenazah yang dilihatnya berbeda dengan anaknya.
“ Ketika kami melihat (pada jenazah), kami memperhatikan bahwa wajahnya berbeda setelah setelah tiada karena ada bekas jahitan dan rambutnya juga dicukur," ungkap Chantren kepada wartawan di rumahnya.
Setelah membawa pulang jenazah dari rumah sakit, Chantren dan keluarganya bersiap untuk menggelar upacara pemakaman. Keluarga juga mengatur proses kremasi jenazah putranya yang telah berpulang.
Namun, beberapa jam sebelum kremasi, Chantren dan keluarga dikejutkan kembali lewat sambungan telepon yang menghubungi. Orang yang meneleponnya adalah otoritas penjara yang sebelumnya mengabarkan anaknya telah meninggal.
Berbeda dengan informasi sebelumnya, kali ini otoritas penjara mengatakan putranya masih hidup.
" Kami menerima telepon dari otoritas penjara sekitar tiga atau empat jam sebelum waktu kremasi - dan mereka memberi tahu kami bahwa putra saya masih hidup," ungkap Chantren.
Untuk menunjukan bukti putranya masih hidup, otoritas polisi menghubunginya menggunakan fasilitas telepon video.
Di tengah kebahagian mendengar putranya masih hidup, Chantren kembali dilanda kebingungan. Kali ini dia bingung karena sudah membawa jenazah dari rumah sakit yang sebelumnya dikira sebagai anaknya.
" Aku bahkan tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaanku. Putra kami masih hidup, tapi jenazah siapa yang ada di rumah kami sekarang," tanya Chantren yang kebingungan.
Menurut Mr. Chantren, petugas penjara telah datang ke rumahnya untuk mengambil jenazah. Selain itu, ia juga meminta agar bisa mengunjungi putranya di penjara.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya