Temuan Mengejutkan di Jasad Allya Pasien `Chiropractic First`

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 13 Januari 2016 19:09
Temuan Mengejutkan di Jasad Allya Pasien `Chiropractic First`
Dari hasil pelaksanaan ekshumasi (penggalian mayat) yang dilakukan tim dokter forensik, menemukan adanya...

Dream - Tim forensik Polda Metro Jaya menemukan adanya pendarahan di leher Allya Siska Nadya, yang diduga tewas akibat malpraktik klinik Chiropractic First, Pondok Indah, Jakarta Selatan. 

Kepala Bidang Dokes Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Musyafak mengatakan, dari hasil pelaksanaan ekshumasi (penggalian mayat) yang dilakukan tim dokter forensik, menemukan adanya resapan darah pada otot dan jaringan lunak di leher depan ke bawah.

Selain itu ditemukan juga resapan darah paling hitam (mencolok warnanya), yaitu terletak setinggi tulang leher 1 dan tulang leher 2.

Kata Musyafak, ini menandakan pusat perdarahannya di cervical 1 dan cervical 2 sebelah kiri, di mana di situ ada pembuluh darah arteri vertevalis.

Ditemukan juga resapan darah pada otot dada sebelah kanan mulai tulang selangka sampai tulang iga ke tujuh dari depan dan samping.

" Jadi dari hasil autopsi tersebut adanya resapan darah, artinya ini tanda ada perdarahan di sana yang cukup luas," tegasnya.

Tim Dokes menyimpulkan ada beberapa penyebab kematian korban. Adanya perdarahan itu menekan batang otak, sehingga menyebabkan koma. Adanya pendarahan yang terjadi di batang dasar tengkorak atau cervical atau tulang leher bagian atas.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi, Khrisna Murti menambahkan, dari hasil autopsi yang sekarang didapatkan penyidik akan langsung gelar perkara.

Dengan gelar perkara ini akan dibangun konstruksi hukum terhadap chiropractic maupun dokter yang menangani.

" Hasilnya belum bisa kami kemukakan malam ini. Insya Allah besok," ujar Krishna.

Informasi terakhir yang didapat penyidik dari imigrasi dokter Randall belum keluar dari Indonesia. " Kami mengupayakan kalau nanti ada peningkatan status kami mengupayakan segala sumber daya mencarinya" . (Ism) 

1 dari 4 halaman

Tabir Misteri Kematian Mirna Mulai Terkuak

Dream - Kepolisian Polda Metro Jaya terus mendalami penyebab meninggalnya Mirna Salihan yang tewas usai meminum kopi di kedai kopi Olivier, Grand Indonesia pada Rabu, 6 Januari 2016. Sepekan penyelidikan, kepolisian mengaku telah menemukan titik terang.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Krishna Murti mengatakan, selama sepekan penyelidikan berbagai informasi baru perlahan mulai membuka tabir misteri meninggalnya Mirna.

Pemeriksaan terhadap saksi-saksi hingga pra-rekonstruksi telah membuka pintu masuk polisi mendalami penyebab kematian Mirna.

" Ya semua yang kami lakukan sudah ada titik terang. Keterangan saksi titik terang, hasil pra-rekonstruksi titik terang, interogasi saksi titik terang," kata Khrisna di Polda Metro Jaya, Rabu, 13 Januari 2016.

Hasil keterangan dari pra-rekonstruksi dan interogasi tersebut, lanjut Krishna, nantinya akan dirangkai. Menurut dia, dengan menggabungkan temuan ini, nantinya akan didapat gambaran besar mengenai penyebab tewasnya Mirna.

Meski begitu, dia enggan secara spesifik menyebut temuan apa yang didapatkannya. Dia meminta masyarakat bersabar dan menunggu kesimpulan Polisi.

" Kita tunggu pencarian fakta-fakta secara bulat dulu. Baru nanti masuk ke ranah gelar perkara, apakah ini terjadi tindak pidana, jika ada siapa yang melakukan dan sebagainya," ujar dia.

Seperti diketahui sebelumnya, selain melakukan interogasi sejumlah saksi dan menggelar pra-rekonstruksi secara tertutup, polisi juga telah menggeledah rumah sejumlah saksi. Adapun satu nama yang terus disorot dalam kasus ini ialah Jessica, teman minum kopi korban. (Ism) 

2 dari 4 halaman

Kopi di Kafe Aman, Kopi di Gelas Mirna?

Dream - Terkait misteri kematian Wayan Mirna Salihin, kepolisian telah mengambil beberapa sampel biji kopi di kafe Oliver, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Pengambilan sampel dilakukan saat pra-reka ulang, Senin kemarin.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan, polisi tak hanya mengambil sampel minuman kopi. Penyidik juga memeriksa proses pembuatan dan penyajian es kopi Vietnam yang dicicipi Mirna sebelum tewas.

" Satu toples kopi diambil, digerus, dalam pra rekonstruksi. Kami melihat pembuatannya. Biji kopi sudah diambil sampelnya," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Rabu 13 Januari 2016.

Krishna memastikan, es kopi Vietnam yang diminum Mirna tidak bermasalah. Pasalnya, kata dia, ada juga pengunjung yang memesan kopi yang sama saat Mirna, Jessica Wongso dan Hani datang ke kafe.

" Itu kan yang minum kopi bukan hanya korban, tapi puluhan orang di kafe itu, yang lain gakmasalah kok," kata Krishna.

Namun, saat disinggung soal adanya dugaan kopi itu telah dicampur zat sianida, Krishna masih mendalami. Polisi masih menunggu hasil pengecekan sampel yang telah diambil tim Puslabfor Mabes Polri.

" Apakah ini terjadi tindak pidana? Jika ada siapa yang melakukan dan sebagainya. Kami sudah konsultasi awal dengan ahli tapi kami belum bisa bicara dalam karena kami belom dapatkan hasilnya dari labforensik," kata Krishna.

Setelah mendapatkan hasil pengecekan sampel dan hasil otopsi dari tim Puslabfor Mabes Polri, penyidik akan merangkai hasil tes lab dengan barang bukti yang ditemukan. Ditambah keterangan-keterangan saksi yang diperiksa.

" Ada beberapa petunjuk atau barang bukti yang sudah ambil dan disita polisi dan diperiksa di labfor. Semua sudah dilakukan penyitaan bahkan penggeledahan, dan di uji, nanti hasil ujinya akan dikembalikan ke kami. Biar kami rangkai. Jadi masih berjalan," kata Krishna. (Ism) 

3 dari 4 halaman

Polisi Geledah Rumah Teman Ngopi Mirna, Ada Apa?

Dream - Kepolisian terus mencari informasi untuk menguak kematian Mirna Salihan, perempuan yang tewas usai meminum kopi Vietnam, Rabu, 6 Januari 2016.

Dalam pemeriksaan lanjutan, polisi menggeledah rumah teman dekat korban yang bernama Jessica pada, Senin, 11 Januari 2016 malam.

" Untuk evaluasi saja. Sebab yang bersangkutan berada di TKP (Tempat Kejadian Perkara-red)," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, Selasa, 12 Januari 2016.

Dari hasil penggeledahan, polisi menyita sejumlah barang milik Jessica. Meski begitu, polisi enggan menyebut barang apa saja yang disita.

Sebelumnya, polisi telah melakukan pra-rekonstruksi di TKP yang melibatkan tim siencitfic crime investigastion, ahli DVI, racun dll.

Beberapa petunjuk semisal sidik jari, bercak darah dan bukti-bukti yang bisa dikembangkan telah didapat. Meski begitu, Krishna tak ingin menjelaskan secara detail data yang didapat.

" Tapi detailnya tak bisa kami ungkapkan," ucap dia. (Ism) 

4 dari 4 halaman

Ucapan Terakhir Mirna Usai Seruput Kopi

Dream - Polda Metro Jaya telah melakukan pra rekontruksi di kafe Olivier di Grand Indonesia, lokasi Wayan Mirna Salihin tewas usai menyeruput kopi es Vietnam.

Polisi menghadirkan dua sahabat Mirna yang kala itu datang bersamanya. Keduanya menjelaskan kronologi pertemuan mereka dengan Mirna di kafe itu.

Dalam pra rekonstruksi itu, Mirna duduk di tengah diapit dua temannya di sebelah kiri dan kanan.

Keduanya juga memperagakan detik-detik terakhir Mirna tewas. Awalnya ia mual usai menyeruput es kopi Vietnam. Setelah itu, Mirna meminta rekannya untuk mencium aroma minuman yang diminumnya tersebut.

" Oh my god, it's so bad," kata salah satu rekan korban mengulangi ucapan Mirna usai menenggak es kopinya saat pre rekontruksi.

Kepala Bidang Humad Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polis Mohammad Iqbal mengatakan terkait keterangan saksi dan sejumlah barang bukti, penyidik masih mengumpulkan semuanya dan sedang dianalisa.

Nantinya, dari analisa ini akan disimpulkan berkorelasi atau tidak dengan kejadian tersebut sehingga bisa mengerucut apakah peristiwa ini pembunuhan atau tidak.

Sebelumnya keluarga tak berkenan jenazah Mirna diautopsi. Tapi setelah dibujuk polisi dan diberitahu dugaan polisi, keluarga akhirnya setuju.

Mirna tewas pada Rabu 6 Januari 2015, usai menenggak kopi Vietnam yang dipesankan rekan Mirna sebelum ia datang. Diketahui ada jeda 40 menit sejak rekan korban memesankan kopi sampai akhirnya Mirna datang dan meminum kopinya.

Salah satu rekan korban memang lebih dulu datang ke cafe di Grand Indonesia tersebut. Sedangkan Mirna datang belakangan bersama seorang rekan lainnya

" Kita belum menyimpulkan ini peristiwa pembunuhan. Tapi penyidik meyakini kematian korban tidak wajar dan mencurigai suatu zat di dalam kopi sebagai penyebab utamanya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti menambahkan.

Beri Komentar