6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Virus MERS (Gulfnews.com)
Dream - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Jeddah, Arab Saudi, meninggal dunia karena terjangkit penyakit yang disebabkan oleh virus, Middle East Respiratory Syndrome atau Mers. WNI berinisial NA berusia 61 tahun itu bukanlah jamaah umroh yang sedang beribadah.
" WNI ini sudah lama tinggal di Arab Saudi," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama saat berbincang dengan Dream, Selasa 29 April 2014.
Sebagaimana diberitakan sejumlah media bahwa NA diduga terinfeksi virus MERS Cov dan langsung menjalani perawatan di King Saud Hospital sejak 20 April 2014. Kondisinya terus memburuk. Sampai akhirnya NA meninggal dunia pada 27 April 2014 sekitar pukul 13.00 waktu setempat.
Kepastian meninggalnya NA itu sudah dikonfirmasi Kementerian Kesehatan yang berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Tjandra sudah berbincang dengan Dirjen Asia Pasifik Kementerian Luar Negeri dan dengan Dubes Republik Indonesia di Arab Saudi.
" Dikonfirmasi bahwa memang ada pasien ini. Saya akan follow up ketat hal ini," tegas Tjandra.
Informasi yang diperoleh Tjandra dari rumah sakit menyatakan, NA meninggal karena virus corona dan radang paru akut. NA juga diketahui mengalami gangguan pernapasan dan gagal ginjal.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga per 23 April 2014 terdapat 254 kasus MERS dengan 93 kematian. Wilayah atau negara yang terjangkit antara lain Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Prancis, Jerman, Italia, Inggris, Tunisia, Filipina, dan Malaysia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya