Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bangunan Sekolah Master Yang Dirobohkan (dream/maulana)
Dream - Sekolah Masjid Terminal (Master) Depok pada Sabtu lalu, 29 Agustus 2015, secara mengejutkan dihancurkan paksa oleh Pemerintah Kota Depok. Akibatnya ratusan siswa sekolah itu terbengkalai.
Sekolah yang terletak di Jalan Margonda itu digusur oleh pengembang untuk dibangun kondominium hotel (kondotel) sebagai bentuk pengembangan terminal terpadu Depok.
Padahal, Sekolah Master terbukti sebagai sekolah yang handal. Meski yang bersekolah di sana adalah orang-orang miskin dan anak jalanan, tahun ini publik dikejutkan dengan berita kelulusan tiga siswa Sekolah Master ke Perguruan Tinggi Negeri. Tak tanggung-tanggung, mereka bertiga berhasil masuk Universitas Indonesia dan Universitas Negeri Jakarta. (Baca Laporan Khusus: Kisah Perjuangan Mereka Masuk Kampus).
Alih-alih pemerintah kota Depok bangga dengan prestasi sekolah Master dan memberikan bantuan, sekolah itu malah digusur untuk membangun hotel hunian mewah.
Alumnus sekolah Master, Anissa Amelia, yang baru saja masuk Universitas Negeri Jakarta, menyayangkan terjadinya peristiwa pembongkaran itu. Dia merasa sedih karena adik-adiknya yang bersekolah di Pendidikan Anak Usia Dasar (PAUD) akan terlantar.
" Sedih sekali. Aku gak tahu deh sekarang mereka pada belajar di mana," katanya.
Alumnus sekolah Master lainnya yang baru saja masuk Universitas Indonesia tahun ini, Dzulfikar Akbar Cordova menyayangkan betul tindakan pengembang itu. Menurutnya, sebelum terjadinya pembongkaran, pihak pemerintah kota Depok dan pengembang menyewa segerombolan preman.
" Kesal. Karena itu (pembongkaran) maksudnya mengintimidasi," tulis Dodo, sapaan Dzulfikar, kepada Dream melalui pesan WhatsApp, Senin, 7 September 2015.
Hal itu diamini oleh pendiri Sekolah Master, Nurrohim. Menurut dia, pada dasarnya pengurus tidak mempermasalahkan tindakan pembongkaran itu. Tetapi, yang menurutnya menjadi soal adalah tindakan pemerintah kota Depok yang tidak menepati janji untuk memberi bangunan pengganti yang dirobohkan.
" Banyak dari mahasiswa dan relawan menyayangkan tindakan pemkot. Sekolah Master telah menjadi wadah pengabdian mereka kepada," katanya.
Sekolah Master menjadi harapan bagi ribuan anak-anak kurang mampu dan pengamen di sekitaran kawasan Depok. Sebab, selain gratis, sekolah itu mengajarkan ilmu dan pendidikan agama.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya