Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
CRV Maut (jatimnow)
Dream - Rini Puspitawati, 26 tahun, mengalami kecelakaan maut saat melintas di Jalur Magetan-Sarangan, Magetan, Jawa Timur, akhir pekan lalu. Dia ditemukan kritis pada posisi terjepit di dalam mobil.
Mobil yang dia naiki, CRV putih dengan nomor polisi T 1201 EJ, terbang dan meluncur ke jurang setinggi 200 meter setelah menabrak pagar pembatas. Diketahui, Rini sendiri yang mengemudikan mobil tersebut.
Warga Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jatim tersebut menaiki mobil bersama Ragil Supriyanto, 34 tahun.
Diketahui, pria asal Desa Kadiren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah itu meninggal di tempat dengan jenazahnya ditemukan jauh dari lokasi jatuhnya mobil.
Diduga, keduanya adalah pasangan selingkuh. Sebab, Ragil diketahui telah memiliki istri, Tina Hayati.
Dikutip dari Planet Merdeka, Rini diketahui berprofesi sebagai pemandu lagu. Dia cukup terkenal di Ngawi karena paras cantiknya.
Rini juga memiliki akun Instagram, @rindu.puspita. Alamat akun tersebut ternyata adalah nama panggung Rini, yaitu Rindu Puspita.
Akun tersebut mencantumkan biodata singkat dari Rini. Di sana tertulis keterangan Rini adalah seorang janda dan single mother.
Rini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dia dikabarkan mengalami luka parah dan pendarahan pada otak.
(ism, Sumber: Planet Merdeka)
Dream - Kecelakaan mobil yang terjadi di Sarangan, Magetan, Jawa Timur, akhir pekan lalu menyedot perhatian publik. Kecelakaan itu menewaskan RS (34 tahun). Sementara, teman wanitanya, RP (26 tahun) kritis.
Keduanya merupakan penumpang mobil CRV putih dengan pelat nomor T 1201 EJ yang terbang dan jatuh ke jurang setinggi 200 meter. Muncul dugaan keduanya adalah pasangan selingkuh.
Kabar perselingkuhan tersebut ternyata sudah diketahui istri RS, TH. Menurut kakak TH, Lina, adiknya sudah mengetahui perselingkuhan tersebut.
TH pun sempat mengira suaminya telah insaf. Rupanya, TH baru tahu suaminya selingkuh lagi setelah menemukan tiket masuk tempat wisata sekaligus bukti pembayaran hotel.
" Sehari sebelum kecelakaan, TH cerita bahwa suaminya selingkuh dengan PL karena menemukan tiket Mojosemi Park dan bukti pembayaran hotel Mojosemi," ujar Lina, dikutip dari Pojoksatu.id, Rabu 17 Oktober 2018.
Lina mengatakan, TH sempat marah namun tetap berusaha tegar. TH pun sempat mendoakan keselamatan sang suami.
" Kata adik saya, biar suami saya selingkuh, asal tidak ditinggal mati. Tapi kok kejadiannya seperti ini," terang Lina.
Saat ini, RP menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Magetan akibat kondisinya yang kritis. Pihak rumah sakit memberikan rujukan agar Rini dibawa ke RSUD Kota Madiun.
Tetapi, RP belum juga dipindah lantaran kondisi fisik wanita yang berprofesi sebagai model dan pemandu lagu itu tidak memungkinkan. RP mengalami pendarahan otak.
Sempat tersiar kabar RP telah meninggal namun dibantah oleh pihak keluarga. " Rindu (sapaan akrab RP) masih bernafas, hanya kondisinya belum stabil," kata kakak ipar RP, Sumarno.
Kanit Lantas Polsek Plaosan, Ipda Akhmad Suryani, belum dapat memberikan keterangan pasti mengenai kronologis tewasnya RS. Berdasarkan keterangan sementara dari sejumlah saksi, dia menduga ada upaya menyelamatkan diri ketika mobil terbentur pagar pembatas atau guardrail.
Tetapi, langkah tersebut terlambat. Sehingga RP ikut masuk ke dalam jurang. " Atau bisa juga terlempar akibat proses benturan kendaraan dengan permukaan tanah," kata Akhmad.
Selain itu, dia juga menduga kecelakaan terjadi akibat faktor human error. Bisa karena pengemudi tidak cukup cakap, tidak bisa membedakan antara pedal rem dan gas, atau tidak menguasai medan.
Terkait dugaan rem tidak berfungsi, Akhmad menampik hal tersebut. Sebab, kata dia, CRV termasuk mobil yang didesain dengan piranti mengemudi cukup memadai.
" Pastinya masih penyelidikan yang dibantu Unit Laka (Satlantas Polres Magetan)," kata dia.
Sumber: Pojoksatu.id
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya