Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(usainbolt.com)
Dream - Usain Bolt adalah salah satu atlet terbesar sepanjang masa. Dialah manusia tercepat di dunia dengan rekor lari sprint 100 meter hanya dalam 9,58 detik. Rekor ini diciptakannya dalam final atletik IAAF World Championships 2009 di Berlin, Jerman.
Dengan koleksi rekor dunia dan medali di Olimpiade, rasa-rasanya tidak ada yang bisa menandinginya. Kecepatannya membuat beberapa kalangan, termasuk peneliti di University of Cincinnati, Ohio, AS, penasaran untuk menguak rahasianya.
Sebuah studi yang dilakukan ilmuwan University of Cincinnati telah berhasil menemukan rahasia rekor Bolt saat lari hanya 9,58 detik di final atletik dunia itu.
Ilmuwan Michael J. Richardson menilai Bolt sebenarnya mendapat keuntungan saat lari secara serempak dengan pesaing beratnya, Tyson Gay. Keserempakan itulah yang dianggap fenomena aneh oleh peneliti.
Dengan lari serempak, Bolt yang memiliki langkah lebih lebar dan otot kaki lebih kuat, berhasil meninggalkan Gay di sisi kanannya.
Menggunakan analisis video frame-by-frame, penelitian Richardson menunjukkan bahwa hampir 30 persen langkah Bolt dan Gay dilakukan secara serempak.
Namun yang mengejutkan, Bolt dengan langkah lebih lebar seharusnya memiliki tempo lebih lambat karena tinggi badannya.
Bolt hanya perlu 41 langkah untuk mencapai finish 100 meter. Sedangkan Gay butuh 45-46 langkah. Sehingga perbedaan persentase yang tinggi dari langkah kedua atlet yang dilakukan serempak namun tanpa sengaja itu tak pernah diduga peneliti.
Peneliti menilai Bolt menggunakan siasat dengan melangkah lebih besar tapi lebih lambat atau meningkatkan tempo langkahnya.
"Dan studi kami menunjukkan bahwa Bolt meningkatkan tempo langkahnya sambil tetap tersinkronisasi dengan Gay. Untuk mengatasi tempo langkah Gay yang cepat, Bolt mungkin telah meningkatkan temponya sendiri sambil tetap menjaga langkah lebarnya, sehingga bergerak lebih cepat," kata Richardson.
Hasil penelitian Richardson ini telah dipublikasikan di Journal of Experimental Psychology: Human Perception and Performance.
(Sumber: theconversation.com)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya