Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream – Salah satu bahan makanan paling dijaga pemerintah adalah beras. Kenaikan harga bisa membuat panik banyak orang. Namun tahukah kamu ada beras yang paling mahal di dunia.
Harganya bukan lagi puluhan ribu rupiah. Namanya beras hesawi.
Satu kilogram beras hesawi dibanderol seharga 50 riyal Saudi, jika dirupiahkan sama dengan Rp178.291.
Mahal sekali.
Dilansir Dream dari laman Al Arabiya, Kamis, 2 Maret 2017, beras tersebut ditanam di Kota Al-Ahsa, salah satu kota di daerah timur Arab Saudi. Petani beras hesawi, Taher al-Aqar, mengatakan beras ini telah mengalami rekayasa genetik.

“ Beras hesawi ini tumbuh di daerah panas. Padi ini memerlukan temperatur 48 derajat Celcius untuk tumbuh,” kata Al-Aqar.
Dia mengatakan tanaman ini memerlukan air ketika ditanam. Namun, air tersebut “ disimpan” di dalam tubuhnya dalam waktu yang lama. Itulah sebabnya petani Al-Ahsa lebih suka menanam beras hesawi.

Selain terkenal dengan tanaman yang “ tahan banting” terhadap panas, beras hesawi memiliki kandungan protein, serat, dan karbohidrat yang tinggi.
Beras ini direkomendasikan bagi orang yang menderita kekakuan sendi dan patah tulang, untuk masa penyembuhan. Beras hesawi juga bisa memulihkan tenaga seorang wanita yang baru saja melahirkan.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012