Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
GI (Merdeka)
Dream - GI, bocah tiga tahun asal Muaragembong, Bekasi, yang gemar makan kertas dan styrofoam, telah menjalani pemeriksaan medis di RSUD Cabangbungin. Dari pemeriksaan itu diketahui bahwa GI mengalami gangguan pica, yakni memiliki keinginan mengonsumsi sesuatu yang tidak memiliki nilai gizi.
" Gangguan makan pica biasanya anak-anak makan benda-benda yang tidak wajar, seperti batu, kerikil, kertas, pasir, puntung rokok dan lainnya," kata Dokter Umum RSUD Cabangbungin, Ari Afandi, dikutip dari merdeka.com, Jumat 25 Maret 2022.
Meski punya kebiasaan yang tidak lazim, GI dinyatakan sehat dan aktif. Dokter tidak menemukan keluhan kesehatan, seper Pihak dokter yang memeriksa tidak mendapati keluhan kesehatan.
" Tidak ada keluhan demam, batuk dan pilek. Gangguan pencernaan seperti mencret atau sakit perut juga tidak ada. Gangguan lain juga saat ini tidak ada," ujar Ari.
Dokter yang menangani GI juga melakukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah, urine, dan feses. Pada pemeriksaan darah, kata Ari, ditemukan gejala anemia defisiensi zat besi. " Sel darah merahnya rendah, kadang suplemen zinc-nya bisa turun," imbuh Ari.
Untuk pemeriksaan lainnya seperti enzim hati, ginjal, dan urine GI, menurut Ari, semua masih dalam batas normal. " Untuk gangguan makan pica ini tidak ada obat, jadi melakukan terapi perilaku," kata dia.
" Untuk sampai ke langkah itu harus ditentukan dulu penyebab gangguan makan pica ini apa aja, biasanya bisa terjadi pada anak yang autisme, anak dengan OCD, atau anak dengan disabilitas intelektual," tambah Ari.
Saat ini, GI diberikan suplemen zinc dan obat untuk mengobati keluhan anemia sambil menunggu dirujuk ke psikiater atau psikolog anak.
Menurut Ari, untuk saat ini secara fisik, tidak ditemukan kerusakan organ tubuh GI. Tapi kebiasaan makan benda-benda yang tidak wajar bisa merusak beberapa bagian tubuh.
" Bagian oral bisa rusak, gusi bengkak atau gigi bisa patah karena makan benda-benda yang keras. Kalau misalnya makan batu, bisa menyebabkan lecet di tenggorokan, jadi anaknya bisa sakit kalau telan makanan," kata Ari.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya