Ada Warga Kota `Maksiat` Pompeii Lolos dari Maut Letusan Gunung Vesuvius?

Reporter : Sugiono
Rabu, 6 Maret 2019 07:01
Ada Warga Kota `Maksiat` Pompeii Lolos dari Maut Letusan Gunung Vesuvius?
Banyak yang mengira bahwa seluruh penduduk kota maksiat Pompeii musnah. Tapi menurut penelitian terbaru tidak semuanya.

Dream - Kengerian warga Kota Pompeii pada tahun 79 Masehi sungguh tak terbayangkan. Ketika meletus, Gunung Vesuvius mengeluarkan batu panas, gas beracun, dan lava pijar yang menewaskan hampir seluruh warga kota tersebut.

Korban tidak hanya berjatuhan di Kota Pompeii. Kota Italia Kuno terdekat, Herculaneum, ikut merasakan dampaknya.

Aliran lava pijar membanjiri dan membumihanguskan semua bentuk kehidupan di sana.

Peristiwa itu membuat Kota Pompeii, dan Herculaneum, terkubur oleh lahar dan debu selama ribuan tahun.

Banyak yang mengira seluruh penduduk kedua kota tersebut musnah. Tapi penelitian terbaru menemukan fakta mengejutkan. Ada warga Pompeii yang selamat.

Dengan bukti sisa-sisa kehancuran Kota Pompeii yang dahsyat, ke mana sebagian penduduk kedua kota itu mengungsi?

Terlebih lagi, di zaman kuno seperti itu, para penduduk tidak mungkin mengungsi dengan cepat atau berjalan jauh seperti saat ini.

1 dari 2 halaman

Ada yang Masih Hidup dan Kemudian Mengungsi

Ternyata, tidak semua penduduk Kota Pompeii dan Herculaneum lenyap oleh kedahsyatan letusan Gunung Vesuvius.

Ada sebagian penduduk yang mengungsi di kota-kota sepanjang pantai Italia Selatan. Mereka menetap di kota-kota seperti Cumae, Naples, Ostia dan Puteoli.

Temuan itu diungkapkan sebuah studi berjudul Preserved Pompeii: A City in Ash yang akan diterbitkan di jurnal Analecta Romana.

Penyusun studi, Steven Tuck, mengakui tugas untuk memperkirakan lokasi pengungsian sebagian penduduk Kota Pompeii dan Herculaneum bukan pekerjaan yang mudah.

" Sebagian besar catatan sejarah telah tercecer dan tidak lengkap. Kami harus membuat kriteria sambil meneliti catatan sejarah seperti dokumen, prasasti, artifak, dan infrastruktur kuno," jelas Tuck, profesor ilmu klasik di Miami University, Oxford, Ohio, Amerika Serikat.

Tuck membuat database nama-nama keluarga yang berasal dari Kota Pompeii dan Herculaneum. Setelah itu dia harus mencocokkan dengan nama-nama yang masih muncul setelah tahun 79 Masehi.

Dia juga mempelajari tanda-tanda yang unik dari kebudayaan Kota Pompeii dan Herculaneum. Termasuk agama mereka yang menyembah Vulcanus, dewa api, dan Venus Pompeiana, dewa pelindung Kota Pompeii.

Nama kedua dewa itu muncul kembali di kota-kota yang berdekatan dengan Kota Pompeii yang sudah hancur lebur oleh letusan Gunung Vesuvius.

Bangunan publik rupanya juga memiliki peran sebagai tempat pengungsian dan menjadi petunjuk adanya para pengungsi yang masih hidup.

" Sekitar 15.000 hingga 20.000 orang yang tinggal di Pompeii dan Herculaneum mampu bertahan hidup dari bencana letusan Gunung Vesuvius," kata Tuck.

2 dari 2 halaman

Para Korban Selamat dari Kota Pompeii

Salah satu korban yang selamat dari letusan Gunung Vesuvius adalah seorang pria bernama Cornelius Fuscus.

Dia disebutkan meninggal dalam sebuah kampanye militer di tempat yang disebut orang Romawi sebagai Asia (yang sekarang Rumania).

" Mereka mengukir namanya dalam sebuah prasasti di sana. Mereka bilang dia berasal dari kota koloni Pompeii, lalu pindah ke Naples dan kemudian bergabung dengan militer," kata Tuck kepada Live Science.

Korban selamat lainnya adalah keluarga Sulpicius yang mengungsi ke Kota Cumae. Tuck mengatakan timnya menemukan kotak besi di luar tembok Kotak Pompeii berisi catatan tentang keluarga Sulpicius.

" Kotak besi itu penuh dengan catatan transaksi keuangan keluarga Sulpicius. Kotak besi ditemukan di tepi jalan tertutup oleh abu yang tebal.

" Sepertinya ada orang yang membawa kotak berat itu hingga beberapa mil saat mengungsi, tapi kemudian meninggalkannya di luar kota," jelas Tuck.

Kemudian ada pengungsi wanita dari Kota Pompeii bernama Vettia Sabina. Dia dikubur di sebuah pemakaman keluarga di Naples.

Makam wanita itu diberi ukiran berupa kata 'Have'. Kata ini berasal dari bahasa Oscan, salah satu dialek yang digunakan penduduk Kota Pompeii sebelum dan sesudah kota itu dikuasai Romawi pada tahun 80 Sebelum Masehi.

 Bukti budaya Kota Pompeii muncul lagi di pemakaman di Naples.

" Kata itu artinya 'Selamat Datang'. Anda bisa melihatnya di lantai depan pintu rumah-rumah penduduk Kota Pompeii," pungkas Tuck.

Sumber: Live Science

Beri Komentar
Lebih Dekat dengan Tiffani Afifa, Dokter Cantik Juara Kpop World Festival