Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Dream/Berry Putra)
Dream - Perbatasan antara Republik Indonesia Republik Demokratik Timor Leste kembali memanas. Utamanya pada daerah yang belum disepakati titik batasnya.
Daerah itu, menurut Panglima Kodam IX Udayana, Mayor Jenderal M Setyo Sularso, disebut sebagai daerah steril.
Sengketa batas kedua negara itu berada di wilayah Kupang, daerah Noelbesi-Citrana, Desa Netamnanu Utara Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang.
" Jadi, kita menghendaki garis batas negara pada sebelah barat sungai kecil dan status tanah masih merupakan daerah steril, tidak boleh dikelola kedua negara," kata Setyo saat memberi keterangan resmi di Markas Kodam IX Udayana, Denpasar, Bali, Senin 18 Januari 2016.
Fakta di lapangan, ia melanjutkan, Timor Leste telah membangun secara permanen kantor pertanian, balai pertemuan, gudang dolog, tempat penggilingan padi, pembangunan saluran irigasi dan jalan diperkeras.
" Ada 53 KK (Kepala Keluarga) yang mendiami wilayah steril tersebut di Dusun Naktuka Desa Netamnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur. Mereka ber-KTP Timor Leste," ungkapnya.
Setyo menilai, pendudukan di atas lahan steril seluas 1.069 hektar itu merupakan upaya pencaplokan Timor Leste terhadap daerah sengketa.
" Itu wilayah steril, tapi diduduki secara ilegal. Saya bertanggungjawab menstrerilkan itu dengan cara yang baik," tegas dia.
Panglima menduga Timor Leste mencoba meniru Malaysia dalam merebut Pulau Sipadan dan Ligitan pada beberapa tahun silam.
" Lepasnya Sipadan Ligitan, dia (Timor Leste) meniru ke sana. Mereka duduki dulu dengan 53 KK, dibangun kantor-kantor, lalu nanti mau diajukan ke Mahkamah Internasional," jelas Setyo.
Lucunya, kata Setyo, di kawasan yang tidak bersengketa tentara Timor Leste mau diajak kerja sama sepeerti patroli bersama. Sementara khusus di daerah Naktuka, tentara Timor Leste tak mau diajak bekerjasama melakukan patroli.
" Mereka sudah punya pasukan perbatasan dan mau kerja sama dengan kita. Tapi khusus di sini (Naktuka) dia tidak mau," katanya.
Ia menduga Timor Leste telah menduduki wilayah yang mestinya bebas dari aktivitas itu sejak mereka lepas dari wilayah Indonesia.
" Daerah strelir itu harusnya tidak boleh ada aktivitas. Itu kesepakatannya. Saya akan melaporkan pimpinan ke Jakarta.
(Ism, Laporan: Berry Putra, Bali)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya