JK Harap Pembangunan UIII Rampung 2021

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 16 Oktober 2019 09:01
JK Harap Pembangunan UIII Rampung 2021
Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). JK berharap Indonesia menjadi pusat studi Islam dunia.

Dream - Di masa akhir jabatan, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bersama duta besar negara-negara sahabat meninjau proses pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Cisalak, Depok, Jawa Barat.

" Sudah banyak kemajuan, kami harapkan 2021 semua bisa selesai," ujar JK dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 15 Oktober 2019.

 Wapres Jusuf Kalla memantau pembangunan UIII (Foto: Istimewa)

Wapres Jusuf Kalla memantau pembangunan UIII (Foto: Istimewa)

JK berharap, dengan adanya UIII ini, Indonesia mampu menjadi pusat studi Islam yang mampu menghasilkan karya ilmiah dengan keluaran yang bermanfaat bagi kemajuan agama Islam.

" Kita negara muslim terbesar, selalu belajar keluar. Mestinya orang belajar ke Indonesia. Kita akan membuat pusat belajar paham Islam yang moderat, pikiran-pikiran yang jernih tentang Islam," ucap dia.

 

1 dari 5 halaman

Menampung 7.000 Mahasiswa

 Wapres Jusuf Kalla memantau pembangunan UIII (Foto: Istimewa)

Wapres Jusuf Kalla memantau pembangunan UIII (Foto: Istimewa)

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menjelaskan, UIII nantinya akan menampung 7.000 mahasiswa dari jenjang sarjana, magister, doctor hingga approximate lecturer.

Menurut Amin, UIII didirikan berdasarkan amanah Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2016 yang dapat menghasilkan lulusan yang ahli dalam bidang agama, ilmu sosial, teknologi dan berbagai kelimuan lainnya.

" Untuk menjadi model pendidikan tinggi Islam terkemuka dalam studi Islam, Ekonomi dan Keuangan Islam, Ilmu Sosial, Humaniora, Ilmu Pengetahuan dan Seni Terapan hingga Seni Rupa," kata dia.

2 dari 5 halaman

Komaruddin Hidayat Resmi Jabat Rektor UIII

Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin melantik Komarudin Hidayat sebagai rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) periode 2019 – 2024. 

“ Hari ini merupakan hari bersejarah bagi peran Indonesia dalam menghadirkan pusat keunggulan ilmu pengetahuan Islam berskala internasional. Kita baru saja melaksanakan pelantikan Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang pertama,” kata Lukman, di Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. 

Lukman mengatakan, pendirian UIII adalah wujud pengejawantahan mengenai tema, keindonesiaan, keislaman, dan kemanusiaan.

Lukman berharap, UIII, mampu berfungsi sebagai “ Rumah Moderasi Islam”, tempat menghimpun, mengkaji, dan mendefinisikan nilai-nilai Islam bagi seluruh alam.

“ Rumah Moderasi Islam ini pada gilirannya akan memperkuat visi dan implementasi “ Moderasi Beragama” yang selama ini terus kita perjuangkan, dan kini sudah akan terintegrasi dalam RPJMN 2020-2024,” ucap dia.

Kehadiran UIII, kata Lukman, bukan sebagai kompetitor bagi PTKIN yang telah ada. UIII didirikan untuk memberi kontribusi bagi kehidupan kebangsaan dan keislaman.

 

3 dari 5 halaman

Akan Mulai Beroperasi 2020

Dia berharap, UIII mengembangkan nilai-nilai keisalaman yang dapat teladan dan inspirasi positif bagi dunia.

“ Pendirian UIII sekaligus bertujuan memperkenalkan perkembangan Islam di Indonesia secara lebih ilmiah, sistematik, dan berkesinambungan kepada dunia internasional," kata dia.

Lukman mengatakan, untuk konteks Asia Tenggara, Indonesia merupakan kiblat lahirnya karya-karya klasik intelektual Islam.

Ini akan sangat penting sebagai rujukan dan referensi keilmuan para sarjana global.

“ Saya sungguh berkeyakinan bahwa bukan mustahil UIII akan dapat tumbuh menjadi universitas yang ikonik, prestisius, dan terkemuka, serta mampu bersinergi dengan universitas-universitas besar dunia yang telah memiliki tradisi ilmiah yang kokoh,” ucap dia.

 

4 dari 5 halaman

Harapan Komarudin

Usai dilantik, Komarudin mengatakan, beberapa kondisi mendesak yang harus dilakukan untuk UIII. Salah satunya, pembangunan infrastruktur dan sarana pembelajaran.

" Kedua, mematangkan kurikulum. Ketiga, kita ingin mengangkat beberapa staf organ kabinet UIII," ujar mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Komarudin juga ingin membuat aturan pedoman penerimaan mahasiswa UIII serta pedoman pengangkatan dosen. Kami sudah studi banding ke universitas-universitas di dunia.

" Baik Amerika, Jepang, semua sudah studi banding. Jadi akan kita matangkan dan akan kita undang para ahli dari luar negeri untuk mereview. Kita akan cari mahasiswa yang memang bagus, dan dosen yang memang bagus," kata dia.

UIII direncanakan mulai beroperasi pada 2020 mendatang. Perencanaan pembangunan kampus UIII telah dilakukan sejak tiga tahun lalu lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian UIII pada 29 Juni 2016.

5 dari 5 halaman

Menag Minta Islam Moderat Masuk Mata Kuliah UIII

Dream - Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) sebentar lagi akan beroperasi. Sebagai persiapan, Kementerian Agama beserta Satuan Tugas (Satgas) UIII tengah menyusun silabus perkuliahan UIII.

Tim Satgas UIII ini terdiri dari dosen Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan para alumni perguruan tinggi di Mesir, Maroko dan Sudan.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengingatkan pentingnya menyebarkan ajaran Islam moderat yang sesuai kultur Nusantara. Dia meminta silabus UIII disusun dengan menjadikan Islam moderat sebagai dasar.

" Moderasi beragama sebagai bentuk pengamalan agama yang tidak berlebihan agar menjadi acuan kita," ujar Lukman dikutip dari Kemenag, Kamis 28 Maret 2019.

Lukman mengatakan jika pemahaman Islam moderat disebarluaskan dapat memberikan dampak positif. Salah satunya, masyarakat akan saling menjaga kebersamaan yang menghargai perbedaan.

" Islam yang senantiasa menjaga kebersamaan, bukan Islam yang mengotak-kotakkan masyarakat karena Islam pada dasarnya mengayomi," ucap dia.

Peletakan batu pertama pembangunan UIII dilaksanakan pada 5 Mei 2018 lalu oleh Presiden Joko Widodo di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Proyek pembangunan akan berlangsung selama empat tahun di atas tanah seluas 142 hektar dengan biaya Rp3 triliun. (ism)

Beri Komentar
Mengharukan, Reaksi Gempi Dengar Gading dan Gisel Tidur Bareng Lagi