Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penumpang Diusir Dari Taksi (YouTube/ Worldwidelightning)
Dream - Wabah virus Corona membuat banyak orang ketakutan. Maklum, virus ini memang ganas. Mematikan. Hingga kini sudah 170 orang yang terinfeksi meninggal.
Kota Wuhan, yang menjadi pusat penyebaran virus yang juga dikenal dengan 2019-nCov ini, bahkan ditutup. Diisolasi. Tak ada yang boleh keluar masuk kota berpenduduk sebelas juta jiwa.
Warga Wuhan sendiri takut keluar rumah. Mereka mengurung diri di dalam rumah.
Tidak pergi bila tak perlu-perlu amat. Semisal membeli makanan maupun obat-obatan. Daerah metropolitan, yang biasa ingar-bingar, itu seperti kota mati.
Ketakutan tak hanya mencengkeram warga Wuhan. Masyarakat wilayah lain di China juga was-was. Dalam video yang menjadi viral di media sosial bahkan menunjukkan sopir taksi mengusir penumpang yang baru saja pergi ke Wuhan.
Dalam video itu terlihat sang sopir taksi mengambil penumpang seorang pria muda bermasker. Penumpang lain, tanpa masker, sudah lebih dahulu berada duduk di kursi belakang.
Penumpang muda yang baru naik itu kemudian batuk di depan sang sopir. Sehingga sang sopir pun bertanya asal penumpang muda itu. Dan, penumpang tersebut menjawab berasal dari Baoding.
Namun sang sopir tak percaya begitu saja karena aksen penumpang itu beraksen tak seperti masyarakat Baoding. Sang sopir kemudian bertanya apakah penumpang itu dari Wuhan.
Penumpang itu kemudian menjawab baru kembali dari Wuhan dan harus pergi ke rumah sakit. Mendengar jawaban itu sang sopir mengusir penumpang itu. Memintanya keluar dari mobil.
Video ini memunculkan perdebatan di kalangan netizen. Sebagian netizen mengkritik sopir taksi yang mengusir penumpang tersebut.
Tapi tak sedikit pula yang menyalahkan penumpang itu karena sebelumnya tak memberi tahu kepada sang sopir tentang riwayat perjalanannya.
Sumber: The Week
Dream - Sekitar tujuh atau delapan tahun lalu, pertengahan Juni 2012, Ali Mohamed Zaki, virologis di Dr Soliman Fakeeh Hospital di Jeddah, Arab Saudi, menerima panggilan dari seorang dokter yang khawatir mengenai kondisi pasiennya.
Sang pasien berumur 60 tahun itu mengalami pneumonia dan dokter meminta Zaki mengidentifikasi virus itu.
Zaki kemudian mengirimkan contoh hasil laboratorium pasien itu ke Erasmus Medical Centre di Rotterdam, Belanda. Ketika dia menunggu hasil tes dari laboratorium itu, Zaki menguji coba sample virus dari si pasien.
Hasilnya begitu mengejutkan. Tes menunjukkan hasil positif. Dia menemukan infeksi virus patogen dari virus Corona.
Tapi, Zaki menemukan keanehan karena adanya infeksi yang lebih berbahaya dari SARS (severe acute respiratory syndrome). Zaki segera mengirim pesan ke laboratorium di Belanda untuk meningkatkan kewaspadaan.
Tes dari laboratorium pun mengonfirmasi pesan, virus itu berbeda dari Corona yang sebelumnya.
Untuk meningkatkan kewaspadaan, Zaki mengunggah pesan ke proMED, sistem internet untuk melaporkan penyakit berinfeksi dan penyebarannya ke ilmuwan dan dokter.

Ali Mohammed Zaki
Sepekan kemudian, Zaki kembali ke Mesir, kampung halamannya. Dia mendapati kontraknya terhenti karena desakan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.
" Mereka tidak suka ini (virus) muncul di proMED. Mereka memaksa rumah sakit untuk mengakhiri kontrak saya," kata Zaki kepada The Guardian, pada 2013.
" Saya terpaksa meninggalkan pekerjaan saya karena ini, tetapi itu adalah tugas saya. Ini adalah virus yang serius," ujar dia.
Betapa seriusnya masalah itu saat itu. Sementara Zaki telah bekerja untuk mengidentifikasi virus, kesehatan pasien telah menurun.
Pneumonianya memburuk; napasnya semakin pendek. Ginjal dan organ lainnya mulai goyah dan gagal. Terlepas dari semua obat-obatan dan dialisis, dan ventilasi mekanis untuk membantunya bernafas, pria itu meninggal 11 hari setelah ia tiba di rumah sakit.
Sejak virus itu terungkap pada September tahun lalu, jumlah kasus telah meningkat menjadi 15. Lebih dari setengahnya telah meninggal. Kematian terakhir yaitu seorang pria berusia 39 tahun, yang dilaporkan oleh Arab Saudi pekan ini.
Jumlahnya belum mengkhawatirkan, tetapi kemunculan kasus baru yang stabil, dan fakta bahwa infeksi kini telah menyebar dari orang ke orang, telah memicu upaya intensif untuk memahami virus, dan secara diam-diam bersiap untuk yang terburuk.
" Kami tidak tahu apakah virus ini memiliki kemampuan untuk memicu epidemi penuh. Kami benar-benar tak tahu tentang hal itu," kata Ron Fouchier, seorang ahli virologi molekuler di Erasmus Medical Center.
" Kami pikir apa yang kami lihat hanyalah puncak gunung es, tetapi kami tidak tahu seberapa besar gunung es itu, atau di mana letak gunung es itu," ucap dia.
Tidak ada yang tahu dari mana virus itu berasal, namun para ilmuwan punya ide. Ketika para peneliti menjalankan urutan genetik melalui perpustakaan virus Corona yang mirip jaringan yang berada di kelelawar pipistrelle.
Kecurigaan terhadap virus terbaru mendorong pemerintah Arab Saudi untuk memanggil tim Universitas Columbia untuk mensurvei kelelawar di sekitar kota Bisha, Arab Saudi, rumah pasien pertama yang diidentifikasi dengan virus Zaki.
Zaki sekarang bekerja di Universitas Ain Shams di Kairo. Selama bekerja, dia memeriksa sampel darah dari pasien di salah satu rumah sakit kota untuk melihat apakah ada infeksi yang tidak diketahui atau tidak dilaporkan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya