Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Membonceng anak, terutama balita, di jok depan membutuhkan kehati-hatian ekstra tinggi. Terkadang anak berbuat hal tidak disadari yang dapat mengancam keselamatan.
Seperti yang dialami Edi Santoso, 36 tahun, dan anaknya berusia 3,5 tahun di Warugunung, Karang Pilang, Surabaya, Jawa Timur. Motor yang mereka tumpangi meluncur tak terkendali hingga tercebur ke Kali Surabaya.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 15 Januari 2018. Saat itu, Edi mengajak anaknya berkeliling menggunakan sepeda motor jenis matik.
Edi berangkat dari rumahnya menyusuri jalanan. Sampai di Jembatan Karang Pilang, Edi memutar sehingga dia berada di seberang sungai.
Saat ingin kembali ke rumahnya, Edi memilih menyeberang sungai menggunakan jasa perahu yang disebut masyarakat sekitar dengan tambangan. Tiba di tepi sungai, perahu masih berada di tengah sehingga Edi harus menunggu.
" Perahunya masih di tengah. Mereka nunggu pas di pinggir pijakan perahu. Motornya tiba-tiba jalan dan keduanya tercebur," ujar kakak Edi, Yuyun Junaedi, dikutip dari Fajar Online.
Berdasarkan pengakuan Edi, Yuyun mengatakan anak dari adiknya sempat memegang dan menarik tuas gas dalam kondisi mesin motor masih menyala. Seketika, Edi dan anaknya meluncur ke sungai.
Edi dan anaknya sempat tenggelam bersama motornya. Tidak lama setelah itu, Edi muncul ke permukaan air dengan menggendong anaknya.
Sebagian warga segera memberikan pertolongan menggunakan perahu kecil. Anak Edi diselamatkan lebih dulu, namun sang ayah sempat hanyut.
" Setelah anaknya dinaikkan ke perahu, adik saya sempat terseret arus," kata Yuyun.
Beruntung, Edi dibantu oleh pengelola jasa perahu penyeberangan lainnya. Pria itu pun bisa diselamatkan.
Dalam kondisi terguncang, Edi segera dilarikan ke Puskesmas Warugunung. Setelah diperiksa, Edi diizinkan pulang karena tidak mengalami luka apapun.
Sumber: Fajar Online.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya