Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Turki: Vaksin Sinovac Aman, 91,25 Persen Efektif

Reporter : Amrikh Palupi
Jumat, 25 Desember 2020 18:45
Turki: Vaksin Sinovac Aman, 91,25 Persen Efektif
Ini kata Menteri kesehatan Fahrettin Koca.

Dream - Pemerintah Turki telah melakukan uji coba vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech dari China. Turki melaporkan hasil uji coba mencapai efektifitas vaksin Covid-19 buatan Sinovac mencapai 91,25 persen.

Ahli penyakit menular Turki, Serhat Unal, sebagaimana dikutip CNBC.com, mengatakan, temuan itu berdasarkan hasil awal dari penelitian terakhir di negaranya. Hasilnya, vaksin Covid-19 bikinan Sinovac dinyatakan aman.

Unal mengumumkan hasil awal setelah uji coba acak yang melibatkan 7.371 sukarelawan. Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca, dalam konferensi pers mengatakan, bahwa data itu merupakan hasil pertama untuk CoronaVac.

Laporan media mengatakan Sinovac menunda pengumuman hasil uji coba tahap akhir hingga Januari untuk mengonsolidasikan data dari negara lain tempat uji coba berlangsung.

Tingkat efektifitas yang diumumkan oleh Turki itu disebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Vaksin

Koca mengatakan, pengiriman pertama tiga juta dosis CoronaVac ke Turki akan dilakukan Minggu malam dan tiba Senin depan. Vaksin tersebut awalnya diharapkan tiba 11 Desember, tetapi Koca mengatakan masalah izin sehingga tertunda. Turki telah menandatangani kesepakatan untuk 50 juta dosis vaksin.

Koca juga mengatakan kesepakatan untuk vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech sudah dekat. Turki, tambah dia, bisa mendapatkan 4,5 juta dosis hingga akhir Maret dan akan memiliki opsi untuk membeli hingga 30 juta dosis.

Turki memiliki tingkat infeksi terburuk di dunia, dengan rata-rata mingguan sekitar 22.000 infeksi harian yang terkonfirmasi. Menurut statistik resmi, 19.115 orang di Turki meninggal akibat Covid-19.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

1 dari 3 halaman

Warning! Tolak Vaksin Covid-19 Bisa Kena Sanksi

Dream - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan pemerintah terus mengimbau dan mengedukasi terkait pentingnya vaksinasi.

" Kami terus mengimbau dan melakukan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya vaksinasi dalam mengendalikan pandemi Covid-19 di Indonesia," kata Wiku Adisasmito pada konferensi pers, Kamis 25 Desember 2020.

Wiku mengatakan, semakin banyak masyarakat yang sadar pentingnya vaksin, maka penanganan penyebaran Covid-19 akan menjadi lebih mudah. Seperti diketahui minimal 182 juta atau 70 persen dari penduduk Indonesia harus divaksinasi untuk mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity.

Konferensi Pers Wiku Adisasmito© © Konferensi Pers Wiku Adisasmito

" Semakin banyak masyarakat yang memperoleh vaksin gratis ini, herd immunity juga akan mudah untuk dicapai, sehingga mampu melindungi kelompok yang tidak divaksinasi karena alasan tertentu," ucapnya.

Wiku juga memastikan vaksin Covid-19 juga aman dilakukan serta minim efek samping. Lebih penting lagi, hasilnya sangat berkhasiat dan dijamin kehalalannya.

Sementara soal sanksi bagi warga yang menolak divaksin, Wiku mengatakan, merupakan kewenangan pemerintah daerah (pemda). Menurutnya, sanksi bisa diberikan agar masyarakat mau mengikuti program vaksinasi.

" Pada prinsipnya sanksi adalah kewenangan pemda dan dapat diberikan agar masyarakat patuh dan ikut serta dalam program vaksinasi. Sehingga herd immunity bisa dicapai dengan mudah," tuturnya.

Sumber : youtube.com

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

 

2 dari 3 halaman

Vaksin Covid-19 Dongkrak Optimisme Pengusaha Tahun Depan

Dream – Perusahaan konsultasi pajak dan auditor independen, Grant Thornton merilis laporan tahunan mengenai kondisi perekonomian global, International Business Review. Tahun ini, pandemi Covid-19 menjadi tantangan besar bagi perekonomian global, termasuk Indonesia yang menimbulkan pelambatan.

Namun begitu, laporan tersebut juga membawa kabar baik. Pelaku bisnis Indonesia cukup optimistis perekonomian akan membaik pada 2021.

Melalui keterangan tertulis, ekonomi Indonesia resmi memasuki fase resesi setelah mengalami pertumbuhan minus dalam dua kuartal berturut-turut. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik menunjukkan perekonomian Indonesia pada kuartal II 2020 -55,32 dan -3,49 persen pada kuartal III.

Para ekonom memprediksi pertumbuhan tahun depan sendiri akan sangat bergantung pada pengadaan dan efektivitas vaksin Covid-19. Tetapi memasuki 2021, pelaku bisnis Indonesia berpandangan dalam 12 bulan ke depan ekonomi akan semakin membaik.

Hal ini diyakini oleh 79 persen responden, angka tersebut naik signifikan dari level 56 persen pada survei IBR di pertengahan 2020, angka ini cukup menggembirakan karena menempatkan pelaku bisnis Indonesia di peringkat 2 dunia setelah China terkait optimisme global.

3 dari 3 halaman

Pendapatan Diprediksi Naik Tahun Depan

Kemudian, 56 persen pelaku bisnis di Indonesia memprediksi pendapatan perusahaan mereka akan naik pada 2021. Lalu, 50 persen lainnya meyakini kegiatan ekspor perusahaan akan tumbuh positif di tahun depan sehingga mendukung tingginya optimisme bisnis mereka.

“ Ke depannya, kami melihat pertumbuhan ekonomi akan sangat ditentukan dengan pengendalian pandemi dan efektivitas dari vaksinasi,” kata CEO Grant Thronton, Johanna Gani.

Salah satu kunci untuk memulihkan ekonomi, lanjut Gani, adalah menumbuhkan daya beli masyarakat. Caranya memastikan kelancaran percepatan penyerapan anggaran bantuan sosial dan berbagai stimulus ekonomi untuk mendorogn daya beli.

Beri Komentar