CONNECT WITH US!

TVRI Klarifikasi Gamis Kontroversial di Acara Sahur

Reporter : Maulana Kautsar | Selasa, 14 Juni 2016 20:51
Tayangan Acara 'Jelang Sahur' Yang Mendapat Teguran MUI Dan KPI (Dream)

Dream - Televisi Republik Indonesia (TVRI) menggelar konferensi permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI). TVRI memberikan klarifikasi terkait busana kontroversial yang dipakai oleh pembawa acara Jelang Sahur.

" Saya meminta maaf atas nama pribadi, atas nama lembaga kami kepada masayarakat Muslim di Indonesia. Juga kepada Majelis Ulama Indonesia. Kami tidak ada maksud lain," kata produser acara Jelang Sahur, Rita Hendri Okmawati, di kantor MUI, Selasa, 14 Mei 2016.

Rita menjelaskan, perkara gamis yang dipakai dua pengisi acara perempuan di acara itu. Dia mengatakan, pada awalnya tidak menyadari ada yang salah dengan adanya simbol tersebut. Tetapi setelah keesokan harinya dia menerima gambar mengenai siaran tersebut. Dia mengaku terkejut dan segera menggelar rapat di kantor TVRI untuk menindak lanjuti kasus tersebut.

" Busana ini, kalo kita pisah itu tidak akan menjadi suatu simbol tertentu. Yang pertama kan baju, jilbab, kemudian hiasan (yang dipakai dipinggang), hiasan ini kan bisa dipakai dikepala, bisa juga buat syal," kata dia.

Rita mengakui memang banyak tambahan variasi dari busana yang digunakan oleh pengisi acara perempuan. Busana yang digunakan memiliki modifikasi kerudung agar dapat menutup aurat.

" Busana ini dipilih karena motif dan warnanya bagus, kemudian setelah set ulang, baju ini agak transparan di bagian dada, sehingga kami tambahkan modifikasi, dengan maksud untuk menutup aurat," ucap dia.

Ketua MUI Pusat KH Ma'ruf Amin mengatakan, MUI akan memberikan tempat kepada TVRI untuk menyampaikan klarifikasi. Dia juga mengatakan teguran MUI kepada TVRi merupakan bagian dari pengawasan terhadap lima belas stasiun televisi selama Ramadan.

" Kami sudah mintai keterangan dari pihak TVRI tekait tersebut, konferensi pers ini menjadi bagian pemantauan MUI kepada lima belas stasiun televisi selama bulan Ramadhan, yang hasilnya nanti akan dipublikasikan nanti lima belas hari di bulan puasa," kata Ma'ruf.

" Di bulan puasa ini, akan kami evaluasi selama dua kali, yakni di lima belas hari pertama ini akan kami evaluasi dan selanjutnya setelah lebaran. Nantinya akan kami beri penghargaan kepada stasiun televisi yang sesuai dengan kaidah bulan Ramadhan," ucap dia menambahkan.

Sebelumnya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat melayangkan teguran tertulis program siaran 'Jelang Sahur' dengan tema Ramadan Syahrut Taubat yang ditayangkan oleh stasiun TVRI pada 11 Juni 2016 pukul 03.02 WIB.

Komisi Penyiaran Indonesia Pusat melayangkan teguran tertulis program siaran 'Jelang Sahur' dengan tema Ramadan Syahrut Taubat yang ditayangkan oleh stasiun TVRI pada 11 Juni 2016 pukul 03.02 WIB. Teguran itu dilakukan karena adanya aduan masyarakat mengenai tayangan TVRI yang menampilkan simbol agama tertentu pada busana yang di pakai oleh pembawa acara tersebut.

(Laporan: Ilman Nafi'an)



Kiat Bupati Eka Jaga Kerukunan Umat Beragama Di Tabanan

Rekomendasi Pilihan