Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Akhirnya Twitter sepakat untuk berupaya mengubah cara pandang dunia terhadap Palestina melalui kicauan para penggunanya di seluruh dunia. Baru-baru ini layanan berlogo burung biru tersebut sepakat untuk memblokir tweet bernada menghujat Palestina.
Keputusan terbaru ini merupakan puncak dari tuntutan seorang birokrat Pakistan, Mohammed Ali Jinnah yang mendapati lima jenis topik kicauan dalam kurun waktu sebulan yang bernada menghujat Palestina. Mohammed merupakan salah satu mantan tokoh pendiri sekuler yang mengajukan permintaan tersebut.
Mohammed mengatakan permintaannya ke pihak Twitter sebagai upaya melindungi bangsanya dari sikap menghina karena dianggap tidak etis. Layanan micro-blogging asal California ini menghormati kelima permintaan yang diajukan oleh Mohammed dan berupaya merealisasikannya.
Sebagai buah dari permintaan tersebut, The New York Times, Senin 26 Mei 2014, mewartakan pengguna Twitter di Pakistan tidak bisa lagi melihat konten yang dianggap mengganggu birokrasi pemerintah. Abdul Batin salah satu perwakilan Otoritas Telekomunikasi Pakistan menyebut konten tersebut antara lain gambar yang menyerupai Nabi Muhammad SAW, foto-foto pembakaran Al-Quran, dan pesan dari segelintir blogger atau kalangan anti Islam.
Pemblokiran konten di Pakistan sejalan dengan kebijakan sensor khusus yang dikeluarkan pada tahun 2012. Ini merupakan pertama kalinya bagi layanan sosial media menyetujui pemblokiran konten di Pakistan.
Sensor ini merupakan sebuah tantangan terhadap hukum penghujatan Pakistan yang dirasa kian kejam dan menyudutkan di tengah upaya penangkapan, pembunuhan dan ancaman pembunuhan terhadap kaum sekuler.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya