Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pengadilan tinggi Iran dilaporkan berencana mengeluarkan larangan penggunaan Instagram dalam waktu dekat. Larangan ini terkait dengan masalah privasi yang dibuat oleh layanan berbagi foto dan video populer tersebut, tanpa merinci poin mana yang dianggap tidak sesuai.
Seperti diwartakan Aljazeera, dalam update terbaru yang dirilis Instagram pemerintah menganggap ada beberapa poin privasi yang termasuk dalam kategori situs yang akan dilarang di Iran. Perintah yang dikeluarkan oleh pengadilan terkait dengan gugatan yang telah diajukan oleh Kementerian Telekomunikasi Iran.
Terkait dengan rencana pelarangan tersebut, kantor berita melaporkan hingga Jumat lalu pengguna Instagram di Teheran masih dapat mengaksesnya secara normal. Bukan hanya itu, sejumlah petinggi negara pun diketahui juga menjadi pengguna aktif layanan yang telah diakuisisi oleh Facebook pada awal April 2012 silam.
Bahkan diketahui terdapat akun Instagram atas nama Presiden Hassan Rouhani. Sedangkan Mohammad Javad Zarif yang merupakan Menteri Luar Negeri Iran dketahui sebagai pengguna aktif Twitter, Facebook dan Youtube. Meski diketahui hingga kini ketiga layanan tersebut secara resmi telah diblokir oleh pihak pemerintah.
Media sosial dianggap mampu menawarkan cara baru bagi Rouhani dan pemerintahannya untuk menjangkau negara Barat. Rouhani sendiri selama ini disebut menentang keputusan pemerintah untuk memblokir situs jejaring sosial dan berupaya mendorong situs sosial media lokal sebagai alternatif.
" Kita harus melihat dunia cyber sebagai sebuah kesempatan, tidak ada yang perlu ditakutkan dan kita harus percaya pemuda Iran mampu membuat layanan sosial media," ucap Rouhani kepada kantor berita resmi IRNA.
Kehadiran layanan sosial media buatan negara barat ditanggapi sebagai sebuah invasi budaya oleh Iran. Untuk itu pada tahun 2012, tokoh revolusi Iran Sayyid Ayatollah Ruhollah Khomenei memerintahkan pembentukan Dewan Tertinggi Cyberspace yang bertugas melawan kehadiran invasi budaya karena dianggap merusak negara.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya