Setelah Facebook dan Youtube, Iran Berencana Blokir Instagram

Reporter : Ervina
Senin, 26 Mei 2014 10:27
Setelah Facebook dan Youtube, Iran Berencana Blokir Instagram
Dalam update terbaru Instagram pemerintah menganggap ada beberapa poin privasi yang termasuk dalam kategori situs yang akan dilarang di Iran. Hingga Jumat lalu pengguna di Teheran masih bisa mengakses

Dream - Pengadilan tinggi Iran dilaporkan berencana mengeluarkan larangan penggunaan Instagram dalam waktu dekat. Larangan ini terkait dengan masalah privasi yang dibuat oleh layanan berbagi foto dan video populer tersebut, tanpa merinci poin mana yang dianggap tidak sesuai.

Seperti diwartakan Aljazeera, dalam update terbaru yang dirilis Instagram pemerintah menganggap ada beberapa poin privasi yang termasuk dalam kategori situs yang akan dilarang di Iran. Perintah yang dikeluarkan oleh pengadilan terkait dengan gugatan yang telah diajukan oleh Kementerian Telekomunikasi Iran.

Terkait dengan rencana pelarangan tersebut, kantor berita melaporkan hingga Jumat lalu pengguna Instagram di Teheran masih dapat mengaksesnya secara normal. Bukan hanya itu, sejumlah petinggi negara pun diketahui juga menjadi pengguna aktif layanan yang telah diakuisisi oleh Facebook pada awal April 2012 silam.

Bahkan diketahui terdapat akun Instagram atas nama Presiden Hassan Rouhani. Sedangkan Mohammad Javad Zarif yang merupakan Menteri Luar Negeri Iran dketahui sebagai pengguna aktif Twitter, Facebook dan Youtube. Meski diketahui hingga kini ketiga layanan tersebut secara resmi telah diblokir oleh pihak pemerintah.

Media sosial dianggap mampu menawarkan cara baru bagi Rouhani dan pemerintahannya untuk menjangkau negara Barat. Rouhani sendiri selama ini disebut menentang keputusan pemerintah untuk memblokir situs jejaring sosial dan berupaya mendorong situs sosial media lokal sebagai alternatif.

" Kita harus melihat dunia cyber sebagai sebuah kesempatan, tidak ada yang perlu ditakutkan dan kita harus percaya pemuda Iran mampu membuat layanan sosial media," ucap Rouhani kepada kantor berita resmi IRNA.

Kehadiran layanan sosial media buatan negara barat ditanggapi sebagai sebuah invasi budaya oleh Iran. Untuk itu pada tahun 2012, tokoh revolusi Iran Sayyid Ayatollah Ruhollah Khomenei memerintahkan pembentukan Dewan Tertinggi Cyberspace yang bertugas melawan kehadiran invasi budaya karena dianggap merusak negara.

Beri Komentar