Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tak Ada Negara Yang Mengajukan Pengurangan Kuota Haji
Dream - Menteri Urusan Haji Arab Saudi, Bandar Hajjar mengatakan tak ada negara yang mengajukan pengurangan kuota haji. Sebelumnya banyak dugaan kuota haji akan turun karena Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) yang sedang merebak di Arab Saudi. Informasi itu dipastikan sebagai hasil pertemuan di Pusat Interkasi untuk Umrah dan Haji, pekan lalu.
Laman Arab News, Sabtu 24 Mei 2014, memberitakan pemerintah Saudi tetap menyiapkan pelaksanaan umrah dan haji musim depan seperti biasa. Saudi akan fokus mempersiapkan pelayanan sehingga jamaah bisa menunaikan ibadah haji dengan mudah dan lancar.
Sementara, Kementerian Kesehatan Saudi terus meningkatkan upaya mencegah penyebaran virus Corona yang menjadi penyebab MERS. Kesadaran warga terus dipupuk agar mengetahui pola penyebaran dan gejala penyakit flu Arab ini.
Penanaman pemahaman soal MERS juga diberikan kepada para pelajar di sekolah-sekolah. Kementerian Kesehatan Saudi telah mendirikan pusat-pusat informasi mengenai Penyakit mematikan itu.
" Kami telah melakukan kamping pemahaman yang diikuti 48 sekolah laki-laki dengan 23.432 murid dan 103 sekolah perempuan dengan 38.211 siswi di Jedah," kata Direktur Kementerian Kesehatan di Jeddah, Sami Badawood.
Penyebaran MERS yang disebabkan virus Corona memang tengah meluas. Penyakit yang diduga ditularkan oleh unta ini banyak memakan korban di Arab Saudi. Sejak ditemukan 2012, setidaknya sudah ada 661 orang di seluruh dunia terjangkit. Sebanyak 205 di antaranya meninggal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya